GAD

SUKU GAD KEJADIAN 30:11 Berkatalah Lea: "Mujur telah datang." Maka ia menamai anak itu Gad. Shalom Gad adalah anak ketujuh Yakub, lahir dari hamba atau budaknya Lea, yaitu Zilpa. Menurut ayat bacaan hari ini, nama Gad dikaitkan dengan kemujuran. Kisah Gad mengingatkan kita bahwa terkadang awal Anda tidak menentukan akhir Anda. Dia lahir dalam situasi keluarga yang rumit, tetapi Tuhan akhirnya memberi keturunannya tempat yang signifikan di antara suku-suku Israel. Suku Gad mengeluarkan sebuah pernyataan kepada Musa yang sangat dewasa dan baik. Ketika Israel memasuki Tanah Perjanjian, suku Gad menetap di sebelah timur Yordan, bersama-sama dengan suku Ruben dan Manasye. Mereka memilih lahan yang cocok untuk ternak karena memiliki banyak hewan. Banyak dari mereka adalah peternak dan petani. Tapi ada masalah, warisan mereka berada di sisi lain sungai Yordan. Pada mulanya Musa tidak setuju. Musa memperingatkan mereka bahwa mereka tidak bisa hanya menetap sementara suku-suku ...

MENDAPATI SEMUA SEPERTI KATA YESUS

MENDAPATI SEMUA SEPERTI KATA YESUS LUKAS 22:13 Maka berangkatlah mereka dan mereka mendapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah. Kisah di LUKAS 22 terjadi tepat sebelum Yesus ditangkap dan disalibkan. Yesus mengutus Petrus dan Yohanes untuk mempersiapkan perjamuan Paskah. Ia memberi mereka instruksi yang sangat spesifik: "Apabila kamu masuk ke dalam kota, kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia ke dalam rumah yang dimasukinya (LUKAS 22:10). Petrus dan Yohanes disuruh pergi ke kota dan bertemu dengan seorang pria yang membawa kendi yang berisi air, kemudian mereka di instruksikan untuk mengikuti dia, karena si pembawa kendi air itu akan menuntun mereka ke tempat dimana mereka akan mempersiapkan perjamuan Paskah (LUKAS 22:10-12). Ayat bacaan hari ini mencatat kebenaran yang sederhana namun sangat mendalam, yaitu kedua murid Yesus ini mendapati semua seperti yang dikatakan Yesus. Berarti waktu Yesus katakan kepada mereka untuk masuk ke kota Yerusalem dan mereka akan bertemu dengan si pembawa kendi air, kedua murid Yesus mendapati semua detail yang Yesus sudah katakan kepada mereka. Ayat ini mengungkapkan beberapa prinsip spiritual yang penting. Firman Tuhan sepenuhnya dapat dipercaya. Para murid menemukan segala sesuatu persis seperti yang Yesus katakan. Tidak ada yang meleset. Tidak ada yang berbeda. Kata-kata Yesus tidak pernah gagal. Apa yang Dia janjikan, Dia penuhi. YESAYA 55:11 mengatakan, "demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya". Ketaatan datang sebelum memahami rencana Tuhan secara keseluruhan. Petrus dan Yohanes tidak mengajukan banyak pertanyaan. Mereka hanya mematuhi. Bayangkan betapa tidak biasa instruksi ini terdengar, "Temukan seorang pria yang membawa kendi yang berisi air, ikuti dia, dan mereka akan mendapati ruang di atas sebuah rumah dimana mereka akan mempersiapkan perjamuan Paskah". Ketika kedua murid itu taat dan mengikuti apa yang Yesus katakan, mereka mendapati semua yang Yesus katakan itu terjadi. Demikian juga bagi kita hari ini, Tuhan mempersiapkan orang, tempat, dan kesempatan sebelum kita pernah melihat mereka. Tugas kita hanya mendengarkan firman-Nya dan terus taat. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia