KITA LAKUKAN YANG MUNGKIN,TUHAN YANG TIDAK MUNGKIN

KITA LAKUKAN YANG MUNGKIN, TUHAN YANG TIDAK MUNGKIN EFESUS 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita Shalom Tuhan tidak meminta Anda untuk menjadi Tuhan. Banyak orang akhirnya menjadi putus asa karena mereka berpikir iman itu berarti melakukan apa yang hanya bisa dilakukan Tuhan. Di seluruh Alkitab, Allah tidak pernah meminta umat-Nya untuk melakukan mukjizat. Dia meminta mereka untuk taat. Tuhan memanggil kita untuk melakukan yang mungkin, dan kemudian Dia menyelesaikan yang tidak mungkin. Tuhan menyuruh Nuh untuk membangun bahtera. Nuh bisa memotong kayu, mengumpulkan bahan, dan membangun. Tetapi hanya Tuhan yang bisa mengirim air bah, dan menyelamatkan umat manusia. Allah memerintahkan Musa untuk mengangkat tongkatnya di atas Laut Merah (KELUARAN 14:16). Mengangkat tongkat adalah mungkin bagi Musa. Membelah laut tidak mungkin bagi Musa, tetapi tidak bagi Allah. Allah yang melakukan yang tidak mungkin. Allah menyuruh Yosua dan bangsa Israel untuk berjalan mengelilingi Yerikho selama tujuh hari (YOSUA 6:3-5). Mereka bisa berbaris dan berteriak, tetapi mereka tidak bisa meruntuhkan tembok Yerikho. Allah melakukan apa yang tidak pernah bisa mereka lakukan. Yesus berkata kepada para pelayan di Kana, "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air" (YOHANES 2:7). Mengisi tempayan berada dalam kemampuan mereka. Mengubah air menjadi anggur hanya Yesus yang bisa lakukan. Dalam setiap peristiwa ini, Tuhan menuntut ketaatan sebelum Dia menunjukkan kuasa-Nya. Ketaatan bukanlah penyebab mukjizat, tetapi itu adalah jalan yang melaluinya Tuhan memilih untuk bekerja. Tuhan memanggil kita untuk taat setia, bahkan ketika ketaatan itu tampaknya tidak masuk di akal. Tuhan tidak pernah mengharapkan Musa untuk memisahkan laut atau Yosua untuk menghancurkan tembok dengan kekuatan manusia. Tanggung jawab mereka adalah ketaatan. ZAKHARIA 4:6 berkata, "Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam". Tuhan sering menggunakan tindakan biasa untuk mencapai tujuan luar biasa. Keajaiban memberi makan lima ribu pria dimulai dengan seorang anak laki-laki yang bersedia memberikan lima roti dan dua ikan (YOHANES 6:9-13). Tindakan kecil yang merupakan ketaatan, ketika di tangan Tuhan menjadi alat kemuliaan-Nya. Seorang pelaut tidak bisa menciptakan angin, tetapi ia bisa mengangkat layar. Mengangkat layar adalah tanggung jawabnya; mengirim angin adalah hak Allah. Demikian juga, kita tidak dapat menghasilkan keselamatan, kesembuhan, persediaan, atau mengubah hati. Tetapi kita dapat berdoa, melayani, memberi, mengampuni, membagikan Injil, dan mematuhi firman Allah. Kita melakukan yang mungkin; Tuhan melakukan apa yang hanya bisa Dia lakukan. Jangan meremehkan ketaatan yang tampaknya biasa. Tuhan senang menggunakan orang-orang lemah dan tindakan sederhana, sehingga semua kemuliaan milik-Nya. Tanggung jawab kita adalah ketaatan; tanggung jawab Allah adalah hasilnya. Kita melakukan hal yang mungkin, dan Allah menyelesaikan hal yang tidak mungkin sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna dan untuk kemuliaan-Nya. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN