KETIKA TUHAN INTERVENSI

KETIKA TUHAN INTERVENSI YESAYA 64:4 Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian. Shalom Kebanyakan orang lebih menikmati hidup ketika rencananya berjalan dengan normal dan baik-baik saja. Kita membuat jadwal, menetapkan tujuan, dan membayangkan bagaimana masa depan kita harus terungkap. Namun banyak momen terbesar dalam Kitab Suci justru dimulai ketika Tuhan "mengganggu" atau menyelak rutinitas atau bahkan rencana kita. Pastinya, kita akan mengalami ketidaknyamanan. Namun ketidaknyamanan ini justru menjadi pintu menuju tujuan Tuhan yang lebih besar. Musa diselak oleh semak yang terbakar saat menggembalakan domba (KELUARAN 3). Tuhan menyelak untuk mengungkapkan panggilan-Nya. Musa mengira ia akan menghabiskan sisa hidupnya sebagai gembala, tetapi Allah memanggilnya untuk membebaskan Israel. Tujuan Tuhan sering dinyatakan dalam saat-saat yang tidak terduga. Gideon diselak ketika bersembunyi dari orang Midian (HAKIM-HAKIM 6). Maria dikejutkan oleh berita dari malaikat Gabriel (LUKAS 1:26-38). Saulus dihadang oleh Tuhan di jalan menuju Damaskus (KISAH PARA RASUL 9). Dalam setiap kasus, sebuah intervensi Tuhan mengubah jalannya sejarah. Hari ini, sebuah intervensi Tuhan dalam hidup kita mungkin datang sebagai penundaan yang tidak terduga, doa yang tidak terjawab, pintu tertutup, penyakit, perubahan pekerjaan, atau pertemuan dengan orang-orang yang tidak pernah kita rencanakan untuk bertemu. Sementara kita melihat intervensi Tuhan sebagai sebuah gangguan atau penundaan, Tuhan melihat sebuah pengalihan dari rencana kita yang bisa berujung bahaya atau menuju ke jalan hidup yang salah. Terkadang Tuhan intervensi rencana kita karena rencana kita terlalu kecil. Di lain waktu, Dia menyelak karena Dia terlalu mengasihi kita untuk membiarkan kita terus menyusuri jalan yang salah. Intervensi-Nya bukanlah bukti bahwa Dia telah meninggalkan kita, tetapi justru sebuah bukti bahwa Dia memimpin hidup kita. Injil itu sendiri adalah sebuah intervensi kasih Allah. Umat manusia sedang menuju ke arah kematian kekal karena dosa, tetapi Allah campur tangan dengan mengirim Putra-Nya, Yesus Kristus. Intervensi Allah melalui Kristus membawa keselamatan, pengampunan, dan kehidupan kekal. Tuhan menyelak kita untuk membentuk kembali prioritas kita. Kita secara alami mengejar kenyamanan dan kendali, tetapi Allah memanggil kita untuk mencari kerajaan-Nya terlebih dahulu (MATIUS 6:33). Ingat, Tuhan selalu menyelak atau mengintervensi dengan kasih karunia, bukan kekejaman. ROMA 8:28 mengingatkan orang percaya bahwa Allah mengerjakan segala sesuatu bersama-sama untuk kebaikan orang-orang yang mengasihi Dia. Ini tidak berarti setiap peristiwa itu baik, tetapi Tuhan mampu menggunakan setiap keadaan untuk tujuan-Nya bagi hidup kita orang percaya. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN