SABAR

SABAR Tetaplah menjadi pribadi yang baik, belajar sabar, ikhlas, berhenti menyimpan dendam, dan berani memaafkan. Roma 12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! Shalom Tetaplah menjadi baik di dunia yang tidak baik, belajar sabar dengan menyelaraskan waktu kita dengan waktunya Tuhan. Roma 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Sabar bukan sekedar menunggu, tapi menjaga hati tetap benar saat kita sedang menunggu, dunia mengajarkan kita untuk membalas dengan cepat, namun Tuhan meminta kita untuk menahan diri. Ayub 1:21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Ikhlas dalam iman Kristen disebut dengan penyerahan diri, ikhlas berarti melepaskan hak kita untuk mengatur segala hal, kita harus tetap percaya bahwa rancangan Tuhan sela...

JAGALAH WARISAN KERAJAAN SURGA

JAGALAH WARISAN KERAJAAN SURGA KEJADIAN 25:1-2 Abraham mengambil pula seorang isteri, namanya Ketura. Perempuan itu melahirkan baginya Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Shalom Perjanjian Tuhan dibangun di atas janji, bukan ikatan keluarga. Setelah Sara meninggal, Abraham menikah dengan Ketura dan memiliki enam putra: Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak, dan Suah. Meskipun Abraham sangat mengasihi anak-anak ini dan memberkati mereka dengan hadiah, warisan perjanjian hanya milik Ishak, anak janji Allah. Kisah ini mengingatkan kita bahwa rencana penebusan Allah didasarkan pada janji kedaulatan-Nya bukan usaha, keputusan atau kehendak manusia. Abraham berusia lebih dari 140 tahun ketika ia menjadi ayah dari anak-anak melalui Ketura. Ini menunjukkan bahwa kekuatan dan berkat Tuhan tetap ada padanya. Usia tua Abraham bukanlah musim tidak berguna, tetapi musim yang terus berbuah. Tidak ada orang percaya yang terlalu tua atau terlalu terlambat untuk digunakan oleh Tuhan. Selama Allah memberi hidup, Dia masih bisa memberikan kekuatan, kesehatan bahkan hidup yang berbuah. MAZMUR 92:14 menegaskan, "Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar". Abraham mengasihi anak-anak Ketura, dan memberi mereka pemberian namun bukan harta miliknya. Harta milik atau warisan diberikan Abraham kepada Ishak karena ia adalah anak yang melaluinya Allah telah berjanji untuk menetapkan perjanjian-Nya (KEJADIAN 17:19). Kisah ini mengajarkan perbedaan penting, hadiah tidak sama dengan warisan. Kelahiran alami tidak sama dengan janji spiritual. Perjanjian Baru menjelaskan hal ini dengan jelas, "tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu. Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar" (ROMA 9:7-8). Dalam kehidupan rohani kita, keselamatan datang melalui janji Allah yang digenapi dalam Kristus, bukan melalui leluhur atau pencapaian manusia. Abraham dengan sengaja memisahkan anak-anak Ketura dari Ishak ketika ia masih hidup (KEJADIAN 25:6). Ini bukan favoritisme tetapi ketaatan pada perjanjian Allah yang dinyatakan. Terkadang iman membutuhkan pengambilan keputusan yang sulit untuk melindungi apa yang telah Tuhan percayakan kepada kita. Demikian juga, orang percaya dipanggil untuk menjaga kebenaran Injil dan tetap setia kepada panggilan Allah. 2 TIMOTIUS 1:14 mengatakan, "Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita". Meskipun mereka bukan pewaris perjanjian, keturunan Ketura menjadi bangsa yang signifikan. Keturunan Midian, muncul di seluruh Perjanjian Lama. Musa bahkan menikahi seorang wanita Midian, Zipora (KELUARAN 2:21). Ini mengingatkan kita bahwa sementara garis perjanjian Allah sangat spesifik, pemeliharaan-Nya juga diberikan ke semua bangsa. Pada akhirnya, secara rohani, melalui Abraham, semua keluarga di bumi akan diberkati dalam Kristus (KEJADIAN 12:3). Allah mengasihi semua orang, namun rencana penebusan-Nya datang melalui garis yang dijanjikan, dari Ishak kepada Yakub, kepada Daud, dan akhirnya kepada Yesus Kristus. Percayalah pada janji Tuhan lebih dari posisi atau latar belakang Anda. Berbuahlah di setiap musim kehidupan. Lindungi panggilan dan kebenaran yang telah dipercayakan Allah kepada Anda. Wariskan firman Tuhan kepada generasi di bawah kita, khususnya anak-anak kita. Ingatlah bahwa kasih karunia Allah, bukan usaha manusia, menjadikan kita pewaris Kerajaan-Nya. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia