JUBAH YUSUF

JUBAH YUSUF KEJADIAN 39:12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar. Shalom Sepanjang Alkitab, jubah jauh lebih dari sekadar pakaian. Jubah sering melambangkan identitas, otoritas, kebenaran, kehormatan, dan seseorang berdiri di hadapan Tuhan. Apa yang dikenakan seseorang sering mencerminkan siapa mereka, dan Kitab Suci menggunakan jubah untuk mengajarkan kebenaran spiritual yang mendalam. Di KEJADIAN 37:3, Yakub memberikan Yusuf anaknya jubah khusus yang sangat indah, menandai dia sebagai anak yang paling disukai. Jubah itu mewakili panggilan unik Allah atas kehidupan Yusuf. Jubah yang diberikan oleh Yakub membangkitkan iri hati di hati kakak-kakak Yusuf. Mereka akhirnya menanggalkan jubah indah itu dan membuang Yusuf ke sumur, pada akhirnya Yusuf dijual jadi budak ke Mesir. Yusuf akhirnya dijual ke rumah Potifar, kepala pengawal raja Firaun di Mesir....

IMAN,KASIH & PENGHARAPAN

IMAN, KASIH & PENGHARAPAN 1 TESALONIKA 1:3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. Shalom Paulus memuji orang percaya di Tesalonika untuk tiga tanda Kekristenan sejati, yaitu hidup yang dihasilkan oleh iman, kasih dan pengharapan. Apa karya iman yang Paulus bicarakan? Dia menyimpulkannya sendiri dalam ayat 9 dimana dia berbicara tentang bagaimana orang Tesalonika telah berpaling kepada Allah dari berhala, untuk melayani Allah yang hidup dan benar. Itulah iman yang membuat mereka berbalik dari apa yang salah ke apa yang benar. Kemudian Paulus tidak hanya mengatakan "kasih." Ia menyebutnya sebagai "usaha kasihmu". Kata Yunani untuk "usaha" adalah "kopos", yang berarti kerja keras dan pekerjaan melelahkan yang membutuhkan pengorbanan. Kasih yang Alkitabiah bukan hanya kasih sayang emosional; kasih itu adalah sebuah tindakan pengorbanan. Yesus menunjukkan hal ini dengan sempurna. Kasih-Nya tidak hanya diungkapkan dalam kata-kata tetapi melalui penderitaan-Nya di kayu salib. YOHANES 15:13 "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya". Kasih sejati selalu berkorban. Siapa pun bisa mengasihi ketika hidup itu mudah. Ujian kasih sejati datang ketika melayani menjadi melelahkan, memaafkan menjadi menyakitkan, dan memberi membutuhkan pengorbanan. Orang tua kehilangan tidur, karena mereka mengurus anak-anak mereka saat kecil. Misionaris meninggalkan kenyamanan, karena mereka mengasihi Kristus dan orang-orang yang terhilang. Demikian juga, orang percaya terus melayani Tuhan bukan karena pelayanan selalu mudah, tetapi karena Kristus pertama kali mengasihi mereka. Kemudian Paulus menjelaskan tentang ketekunan di dalam pengharapan. Kata Yunani untuk harapan adalah ἐλπίς (elpis), yang berarti harapan penuh kepercayaan. Pengharapan di Alkitab tidak mengatakan, "Saya berharap hal-hal menjadi lebih baik." Pengharapan yang benar berkata, "Aku yakin Allah akan memenuhi janji-janji-Nya karena Ia setia." Harapan Kristen berpusat di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Bersandar pada kematian dan kebangkitan Kristus dan janji-Nya untuk kembali menjemput kita orang percaya dan kepastian hidup yang kekal. Mengapa harapan menghasilkan ketekunan? Kata Yunani yang diterjemahkan "ketekunan" adalah ὑπομονή (hypomonē), yang berarti daya tahan di bawah tekanan tanpa menyerah. Harapan memungkinkan orang percaya untuk bertahan karena mereka tahu penderitaan, masalah atau proses hidup bukanlah akhir. Harapan mereka didasarkan pada kemenangan Kristus di salib atas maut dan menyediakan kita hidup kekal bersama-Nya. Terus jaga iman kita, terima kasih Yesus, kemudian mengasihilah setiap saat, dan tekunlah berharap di dalam Kristus Yesus. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN