HUJAN DAN SALJU TIDAK KEMBALI
HUJAN & SALJU TIDAK KEMBALI
YESAYA 55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan
Shalom.
Allah membandingkan firman-Nya dengan hujan dan salju. Hujan tidak jatuh tanpa tujuan. Tujuan hujan untuk menyirami tanah, melembutkan tanah keras, menyebabkan benih tumbuh, dan akhirnya menghasilkan makanan. Dengan cara yang sama, firman Tuhan selalu memenuhi tujuan-Nya.
Terkadang kita membaca Alkitab dan tidak merasakan apa-apa. Kadang-kadang kita memberitakan Injil dan tidak melihat respon langsung. Kadang-kadang kita berdoa dengan mengutip ayat firman Tuhan atas keluarga kita selama bertahun-tahun tanpa perubahan yang terlihat. Namun Tuhan mengingatkan kita bahwa firman-Nya bekerja di bawah permukaan, sama seperti hujan bekerja di bawah tanah sebelum ada yang melihat tunas hijau.
Hujan tidak menanyakan tanah apakah sudah siap. Hujan hanya jatuh. Demikian juga, firman Tuhan memiliki kuasa karena sumber Ilahinya, bukan karena kemampuan manusia. Tanggung jawab kita adalah menabur benih dengan setia; tanggung jawab Allah adalah membawa panen (1 KORINTUS 3:6-7). Jika hati Anda terasa kering hari ini, tetaplah berada di bawah "hujan" firman Tuhan. Jika Anda melayani orang lain, teruslah menabur firman Tuhan dengan setia. Hasil atau panen itu milik dan bagian Tuhan.
Nabi Yesaya mengatakan hujan dan salju turun dari surga. Ini mengingatkan kita bahwa firman Tuhan berasal dari Tuhan sendiri. Alkitab bukan hikmat manusia, tetapi wahyu Ilahi (2 TIMOTIUS 3:16). Karena sumbernya adalah Surga, otoritasnya adalah mutlak. Firman itu hidup dan berkuasa mengubah kondisi hidup kita.
Hujan menyirami bumi dan membuat tanah basah, subur dan pohon akhirnya berbuah. Firman Tuhan memiliki banyak tujuan. Ia memperkuat orang-orang beriman. Ia mengungkapkan Kristus. Ia mengubah kehidupan. Ia memperlengkapi umat Allah untuk setiap pekerjaan yang baik. Di mana firman Tuhan diterima, tanah hati kita jadi subur dan hidup kita juga akhirnya berbuah.
Sesuai ayat bacaan hari ini, firman Tuhan mempersiapkan masa depan dan memenuhi kebutuhan saat ini. Firman seperti benih mewakili panen masa depan dan pelayanan yang berkelanjutan. Roti mewakili makanan sehari-hari untuk hari ini. Alkitab tidak hanya membantu kita bertahan dari tantangan hari ini tetapi juga mempersiapkan kita untuk bertahan di hari esok dan memberkati generasi mendatang.
Ayat berikutnya (YESAYA 55:11), menjelaskan bahwa "firman Tuhan tidak akan kembali kepada Tuhan dengan sia-sia" Tidak seperti janji manusia, janji Tuhan tidak pernah gagal. Firman-Nya selalu memenuhi tujuan-Nya yang sudah ditentukan. Firman membawa keselamatan, membangun iman, memberikan kenyamanan, dan juga tegoran dan nasihat.
Seorang petani menanam benih dan tidak menggalinya setiap pagi untuk memeriksa apakah mereka tumbuh. Dia percaya pada proses yang tidak terlihat. Hujan turun, akar berkembang, dan akhirnya panen muncul. Demikian juga, ketika Anda mengajarkan anak-anak Anda firman Tuhan, memberitakan Injil, memuridkan seorang teman, atau merenungkan firman Tuhan, Anda mungkin tidak melihat hasil langsung. Allah bekerja di bawah permukaan. Firman-Nya menghasilkan hidup sesuai dengan waktu-Nya yang sempurna. AMIN !
Amin🙏
BalasHapusAmin🙏
BalasHapus