GINOSKO VS EPIGINOSKO
GINOSKO VS EPIGINOSKO
YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Shalom
Perjanjian Baru menggunakan dua kata Yunani yang terkait erat untuk mengetahui sebuah hubungan dalam level mengetahui saja atau sebuah hubungan yang lebih dalam. Kata pertama adalah "Ginosko", sebuah hubungan yang mengenal saja. Sementara ada kata lain yang artinya mengetahui secara lengkap, utuh dan dalam, kata itu adalah "Epiginosko".
Kehidupan Kristen dimulai dengan "ginosko" dan tumbuh menuju "epiginosko". "Ginosko" yang artinya mengetahui melalui sebuah hubungan, tertulis di ayat bacaan hari ini. Ketika Yesus mengatakan bahwa hidup kekal adalah mengenal Allah (ginosko). Ini bisa saja sebuah pengetahuan intelektual. Seseorang mungkin tahu fakta tentang Tuhan tanpa mengenal Dia secara pribadi. Sama seperti mengetahui biografi selebriti, berbeda dengan menjadi teman dekat mereka, banyak yang tahu tentang Kristus tanpa benar-benar berjalan bersama-Nya. Kekristenan bukan hanya agama; itu adalah hubungan. Allah mengundang kita untuk mengenal Dia secara pribadi melalui Kristus.
"Epiginosko" adalah pengetahuan penuh dan matang. Paulus berulang kali berdoa agar orang percaya memiliki pengetahuan Allah yang mendalam dan bertumbuh. Dalam KOLOSE 1:9-10, pengetahuan ini menghasilkan hikmat, pengertian tentang Tuhan yang benar untuk supaya kita mengerti kehendak Tuhan dengan sempurna.
Petrus juga membahas tentang "Epiginosko" di 2 PETRUS 1:2-3. Petrus mengajarkan bahwa semakin dalam kita mengenal Kristus, semakin kita mengalami anugerah-Nya, damainya, dan kuasa-Nya untuk hidup kudus.
Bayangkan Anda menerima ponsel baru. Pada awalnya, Anda hanya tahu cara melakukan panggilan (ginosko). Beberapa bulan kemudian, setelah mempelajari buku manualnya dan menjelajahi setiap fitur, kita makin tahu cara kerjanya dengan maksimal (epiginosko). Demikian juga, banyak orang percaya mengenal Yesus sebagai Juruselamat di awal, tetapi seharusnya terus mengambil keputusan untuk terus membaca dan belajar "buku manualnya" (Alkitab), dan berkomitmen untuk menemukan kedalaman karakter-Nya, janji-janji-Nya, kekudusan-Nya, dan kasih karunia-Nya.
Jangan puas dengan informasi tentang Tuhan saja, kejarlah hubungan yang lebih intim yang membawa transformasi. Pengetahuan Alkitab saja tidak cukup, pengetahuan Alkitab harus mengarah pada keserupaan dengan Kristus, yaitu karakter yang terus diubahkan. Kenali Kristus setiap hari. AMIN !
Amiiin🙏
BalasHapusAmin🙏
BalasHapus