HATI YANG TAHIR

HATI YANG TAHIR MAZMUR 51:10 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Shalom Ayat bacaan hari ini mengatakan bahwa Daud ingin memiliki hati yang tahir. Tahir adalah "clean" dalam bahasa Inggris atau "ţâhôr ţâhôr" dalam Ibrani yang artinya hati yang bersih. Daud berdoa doa ini setelah dihadapkan dengan dosanya. Daud meminta Tuhan untuk memperbarui hati dan rohnya. Daud memahami sesuatu yang penting: kita tidak hanya membutuhkan pengampunan Tuhan untuk masa lalu kita; kita membutuhkan Tuhan di dalam hati kita untuk berjalan dengan setia bersama Dia di masa depan. Daud mau memiliki hati yang bersih. Tuhan tidak hanya tertarik pada apa yang kita lakukan untuk Dia. Dia juga tertarik pada semangat di mana kita melakukannya. Ingat, kita dapat melayani Tuhan secara lahiriah namun tidak taat akan firman-Nya secara batiniah. Kita dapat melakukan kegiatan rohani sementara hati kita menjadi enggan, pahit, atau tidak mau diubah ...

FOKUS IMAN KITA KEPADA KEBENARAN KERAJAAN ALLAH

FOKUS IMAN KITA KEPADA KEBENARAN KERAJAAN ALLAH MATIUS 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Shalom Hidup ini dipenuhi dengan prioritas yang seringkali saling bersaing. Kita diperhadapkan dengan prioritas karir, keuangan, keluarga, pendidikan, reputasi, atau bahkan sebuah impian pribadi. Dalam konteks MATIUS 6, Yesus membahas kecemasan orang-orang atas makanan, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari. Alih-alih memberitahu para pengikut-Nya untuk mengabaikan kebutuhan ini, Dia mengajarkan mereka untuk menempatkan Tuhan terlebih dahulu. Ketika Tuhan menempati tempat pertama, segala sesuatu yang lain menemukan tempat yang tepat. Disinilah Yesus mengajarkan kita sebuah prioritas yang benar dan pastinya membawa kehidupan kita kepada kelegaan, kepuasan dan bahkan damai. Kalimat "carilah dahulu" berarti mengejar dengan sungguh-sungguh, menginginkan terus menerus, dan menjadikan sesuatu sebagai prioritas tertinggi Anda. Yesus tidak berbicara tentang keputusan satu kali tetapi tentang gaya hidup sehari-hari. Setiap hari mungkin kita beriman atas semua masalah hidup yang berubah-ubah. Satu hari kita bisa beriman atas kesembuhan, hari lain, beriman atas masalah pernikahan, kemudian beriman atas masalah di pekerjaan dan seterusnya. Terkadang kita bisa letih dengan semua ini. Bahkan kita bisa kehilangan fokus dan jiwa kita mulai merasa letih. Ayat bacaan hari ini mengajar kita untuk memfokuskan iman kita kepada Kerajaan Allah dan kebenarannya. Jika kita hanya bisa menggunakan iman kita untuk percaya kepada satu hal, percayailah hal kebenaran ini, yaitu kebenaran di dalam Kerajaan Allah. Apa arti kebenaran di dalam Kerajaan Allah? Artinya adalah hidup kita orang percaya sudah dibenarkan karena karya Yesus di kayu salib. Semakin kita berfokus pada kebenaran bahwa kita, orang berdosa telah dibenarkan oleh Yesus, semakin kita akan mengalami kasih Tuhan. Ketika kita sadar bahwa kasih Tuhan sungguh ajaib, sungguh dalam, dan tanpa kondisi, maka itu akan membuat jiwa kita penuh damai, tenang, dan segar. Ini semua kedamaian, ketenangan dan kesegaran akan ditambahkan di semua aspek kehidupan yang lainnya. Ketika kita fokus akan kasih Tuhan yang sudah membenarkan kita, maka iman kita atas kesehatan, pergumulan rumah tangga, masalah di pekerjaan bahkan masalah keuangan akan ditambahkan dan kita akan makin merasa kuat dan tenang. Jika kita mempelajari Perjanjian Baru, kita akan menemukan iman yang terkait dengan kebenaran Kerajaan Allah yang sudah diberikan kepada kita, jauh lebih sering disebut daripada yang terkait dengan keselamatan. Berarti setelah keselamatan yang sudah diberikan oleh Yesus di kayu salib, kita patut sadar bahwa hari lepas hari posisi kita sudah dibenarkan di hadapan Allah. Itu sebabnya, jika iman kita fokuskan kepada posisi kita yang sudah dibenarkan, dikasihi dan dipelihara oleh Tuhan, maka kita akan tenang menghadapi masalah apapun karena kita tahu bahwa Tuhan yang akan menolong, memulihkan dan memelihara kita. Akan ada saat-saat setiap hari, ketika iblis berusaha mencoba merampok kita dari kebenaran ini. Kita mungkin bangun dengan perasaan seperti tidak berada dalam posisi yang benar dengan Tuhan. Mungkin kita diingatkan tentang sesuatu yang kita katakan atau lakukan dan itu membuat kita merasa jauh dari Tuhan. Itulah saatnya kita perlu menyatakan dengan iman: "Tuhan telah membenarkan dan mengasihi saya". AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia

HIDUP TANPA TERSINGGUNG