TIDAK SADAR AKAN DOSA

TIDAK SADAR AKAN DOSA IBRANI 10:2 Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Salah satu beban terbesar yang dapat dibawa seseorang adalah hati nurani yang terus menerus merasa bersalah. Banyak orang mencoba membungkam rasa bersalah melalui perbuatan baik, ritual agama, atau perbaikan diri, tetapi tidak satupun dari ini benar-benar dapat menghilangkan rasa bersalah akan dosa yang pernah kita lakukan. IBRANI 10 menggambarkan sebuah perbedaan yang sangat mencolok antara pengorbanan yang dilakukan di Perjanjian Lama dan Baru. Di Perjanjian Lama pengorbanan dilakukan berulang kali oleh Imam Besar (Hari Pendamaian sekali setahun), untuk menutup dosa manusia dengan prosesi pengorbanan yang sudah ditentukan oleh Tuhan, memakai cara-cara yang cukup panjang dan rumit. Sementara di Perjanjian Baru, Kristus Yesus berperan...

DEMI MENGEKSPRESIKAN KASIH TUHAN

DEMI MENGEKSPRESIKAN KASIH TUHAN KEJADIAN 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Shalom. Sebelum dosa masuk ke dunia, Adam hidup di taman yang sempurna, berjalan bersama Allah, dan tidak kekurangan apa-apa, kecuali satu hal. Allah berkata, "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja." Ini adalah pertama kalinya dalam penciptaan bahwa Tuhan menyebut sesuatu "tidak baik." Tuhan kemudian menciptakan Hawa, bukan karena Adam tidak lengkap dalam hubungannya dengan Tuhan, tetapi karena Tuhan merancang manusia untuk mengalami kasih-Nya melalui sebuah hubungan. Hawa adalah kasih Allah yang diekspresikan bagi Adam. Kemudian Tuhan juga memberikan Adam kesempatan untuk mengekspresikan kasih Tuhan kepada Hawa. Ini tidak berarti Hawa menggantikan Tuhan atau menjadi sumber keutuhan hidup Adam. Hanya Allahlah sumber kehidupan, sukacita, dan keselamatan kita yang utama. Sebaliknya, Tuhan memilih untuk menyalurkan kasih-Nya melalui orang lain. Dengan cara yang sama, suami dan istri dipanggil untuk menjadi alat kasih Allah terhadap satu sama lain. Pernikahan adalah gambaran hidup dari kasih Allah. Seorang suami diperintahkan untuk mengasihi istrinya sebagaimana Kristus mengasihi gereja (EFESUS 5:25), dan seorang istri dipanggil untuk menghormati dan mendukung suaminya (EFESUS 5:22-24, 33). Keduanya mencerminkan karakter Allah dengan cara yang berbeda namun saling melengkapi. Hawa diciptakan sebagai karunia Allah yang dibentuk untuk Adam. KEJADIAN 2:22 mengatakan bahwa Allah membawa wanita itu kepada pria itu. Hawa bukanlah penemuan Adam; ia adalah karunia Allah. Setiap pemberian yang baik berasal dari Tuhan (YAKOBUS 1:17). Hawa diciptakan sebagai penolong yang sepadan untuk Adam. Kata Ibrani 'ezer ("penolong") sering digunakan untuk Tuhan sendiri yang membantu umat-Nya. Berarti fungsi Hawa tidak menyiratkan sebuah inferioritas tetapi sebuah dukungan yang kuat dan diperlukan Adam. Hawa diciptakan sebagai pasangan pelengkap Adam, memungkinkan mereka bersama untuk memenuhi mandat Tuhan. Ingat, Adam sudah utuh terlebih dahulu, baru Hawa diberikan. Kasih Allah diungkapkan melalui manusia. Sepanjang Alkitab, Allah sering menunjukkan kasih-Nya melalui hubungan manusia. Orang tua merawat anak-anak, teman-teman yang saling menguatkan, dan pasangan hidup yang saling melayani. Tuhan adalah sumber kasih; manusia adalah salurannya. Pernikahan menunjuk kepada Kristus. KEJADIAN 2:24 kemudian dikutip dalam EFESUS 5:31–32, di mana Paulus menjelaskan bahwa pernikahan pada akhirnya menunjuk kepada Kristus dan gereja-Nya. Perkawinan manusia ada untuk menunjukkan kasih Allah. Terimalah orang-orang yang telah Allah tempatkan dalam hidup Anda sebagai karunia anugerah-Nya. Jika Anda sudah menikah, ingatlah bahwa pasangan Anda dipanggil untuk mencerminkan kasih Allah bukan untuk menggantikan Allah. Sadarilah bahwa kasih Anda untuk pasangan Anda menjadi kesaksian kasih pengorbanan Kristus. Jika Anda masih lajang dan berencana menikah, ingatlah untuk terus mempersiapkan diri menjadi orang yang tepat bagi nanti pasangan Anda, bukan menunggu atau menuntut orang itu nanti akan menjadi orang yang tepat. Jika Anda lajang dan berencana untuk tetap lajang, berikanlah hidupmu untuk jadi berkat bagi orang lain yang Tuhan bawa dalam hidupmu. Sadarilah, semua hubungan sesama, harus mencerminkan kasih Kristus. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN