ARTI SABAT YANG DIABAIKAN

ARTI SABAT YANG DIABAIKAN ULANGAN 5:15 Sebab haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Ada dua pengertian tentang Sabat di Perjanjian Lama yang hari ini Yesus mau kita alami dan nikmati setiap hari. Sabat adalah salah satu tema Alkitab yang sering disalahartikan hari ini. Sabat lebih dari satu hari libur, ini adalah hadiah dari Allah yang merujuk kepada ciptaan-Nya, perjanjian-Nya, dan akhirnya kepada apa yang dilakukan di dalam Kristus. Sabat dimulai pada proses penciptaan. Sabat pertama kali muncul dalam KEJADIAN 2:2–3. Setelah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, Allah beristirahat pada hari ketujuh. Tuhan tidak beristirahat karena Dia lelah, tetapi karena pekerjaan-Nya telah selesai. Ia memberkati dan menjadikan hari ketujuh itu kudus. Sabat mengingatkan kita bahwa Allah adalah Pencipta, dan nilai kita berasal dari milik-Nya, bukan hanya dari pekerjaan kita. Kemudian Sabat yang berikutnya diperuntukkan untuk memperingati kebebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir seperti yang tertulis di ayat bacaan hari ini. Bangsa Israel diperintahkan untuk beristirahat setiap hari ketujuh. Itu adalah tanda perjanjian mereka dengan Allah (KELUARAN 31:13-17). Di hari Sabat, orang Yahudi dilarang melakukan apapun kecuali istirahat secara fisik. Di Perjanjian Baru, Yesus Kristus sering menyembuhkan orang pada hari Sabat. Dia menantang para pemimpin agama yang telah membebani hari Sabat dengan tradisi manusia. Yesus mengatakan, "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat" (MARKUS 2:27-28). Yesus menunjukkan bahwa hari Sabat dimaksudkan untuk membawa kehidupan, belas kasihan, dan pemulihan, bukan pemeliharaan aturan legalistik. Hari ini Kristus adalah Sabat sejati kita orang percaya. IBRANI 4 mengajarkan bahwa hari Sabat pada akhirnya menunjuk pada mengistirahatkan jiwa dan pikiran kita kepada damai yang Tuhan sediakan. Melalui iman kepada Kristus, orang percaya berhenti berusaha untuk mendapatkan keselamatan dan beristirahat dalam pekerjaan-Nya yang telah selesai di kayu salib. Sama seperti arti Sabat di Perjanjian Lama, marilah kita sadari setiap hari bahwa kita sudah diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan dan diberikan tugas untuk mengelola kehidupan ini sebaik-baiknya. Kemudian setiap hari sadarilah bahwa kita sudah dibebaskan dari perbudakan dosa. Kita sudah dibebaskan dari hukuman dosa yaitu maut, dosa kita dihapus dan hubungan kita sudah diperdamaikan dengan Tuhan. Sabat mengajarkan kita bukan hanya tentang berhenti bekerja; ini tentang menikmati kehadiran Tuhan. Setiap hari Sabat dalam Alkitab mengajar kita untuk mengistirahat hati dan pikiran kita ke dalam karya Yesus yang sudah selesai di kayu salib. Kehidupan manusia dimulai ketika Tuhan beristirahat di hari yang ketujuh saat penciptaan, kehidupan keKristenan kita hari ini dimulai saat Yesus mengatakan, "sudah selesai" di kayu salib (YOHANES 19:30). Kita menerima keselamatan dan mulai hubungan kita dengan Tuhan dari posisi "istirahat" bukan usaha atau sebuah upaya kita. Sabat diciptakan untuk kita menikmati anugerah keselamatan dari Tuhan. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN