RUBEN

SUKU RUBEN 1 TAWARIKH 5:1 Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung. Shalom Ruben adalah putra sulung Yakub melalui Lea. Dia memiliki posisi, hak istimewa, dan potensi. Sebagai anak sulung, ia seharusnya menerima hak dan kehormatan yang terkait dengan posisi itu. Namun kisah Ruben mengajarkan kita sebuah pelajaran yang serius, memiliki posisi tidak menjamin bahwa Anda akan memenuhi potensi Anda. Ruben memiliki posisi, tetapi akhirnya kehilangan hak istimewa. KEJADIAN 49:4 mencatat kata-kata terakhir Yakub tentang Ruben: "Engkau yang membual sebagai air, tidak lagi engkau yang terutama, sebab engkau telah menaiki tempat tidur ayahmu; waktu itu engkau telah melanggar kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku!" Ruben memiliki segalanya untuknya sebagai anak sul...

TIDAK DTINGGALKAN SEBAGAI YATIM PIATU

TIDAK DITINGGALKAN SEBAGAI YATIM PIATU YOHANES 14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Ayat bacaan hari ini menjelaskan bahwa kita sudah menerima Roh yang menjadikan kita sebagai anak Allah. Sebaliknya ada roh yang sering diterima manusia, yaitu "roh yatim", roh yang bukan menjadi anak. Istilah roh yatim piatu tidak ditemukan secara langsung dalam Kitab Suci, tetapi sering digunakan untuk menggambarkan pola pikir ketidakamanan, penolakan, ketakutan, dan sebuah kehidupan yang dilupakan atau bahkan ditinggalkan. Banyak anak yatim yang memang dibuang, diabaikan atau ditinggal orang tuanya. Ini membuat anak-anak yatim ini berjuang mendapatkan kasih sayang, pengakuan, penerimaan atau bahkan pelukan. Anak yatim seperti ini juga akan selalu merasa bahwa dirinya ditolak, tidak penting, dan tidak pernah cukup. Roh anak yatim dimulai di Eden ketika Adam dan Hawa berdosa, persekutuan mereka dengan Allah rusak. Alih-alih berlari kepada Allah, mereka bersembunyi dari-Nya (KEJADIAN 3:8). Rasa malu, takut, dan perpisahan dengan Tuhan memasuki kehidupan manusia. Sejak saat itu, umat manusia sering hidup seperti anak yatim rohani, terpisah dari Tuhan dan berusaha menemukan identitas melalui pencapaian, harta benda, hubungan, atau status. Yesus datang untuk mengakhiri era dimana manusia menjadi anak yatim rohani. Sebelum penyaliban-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya di ayat bacaan hari ini bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan mereka, dan juga kita sebagai orang percaya hari ini. Yesus tahu para pengikut-Nya akan menghadapi kesulitan, tetapi Dia menjanjikan Roh Kudus, yang akan terus mengingatkan mereka bahwa mereka adalah milik Allah. Melalui Kristus, orang percaya diadopsi ke dalam keluarga Allah. Tanda-tanda manusia masih memiliki roh yatim piatu adalah terus-menerus mencari persetujuan dan pengakuan orang lain. Raja Saul sering meminta persetujuan orang lebih dari Tuhan. Ketidakamanannya akhirnya menyebabkan kecemburuan dan ketidaktaatan. Kemudian, suka membandingkan diri dengan orang lain dan hidup dalam takut akan penolakan. Hari ini terimalah tawaran adopsi dari Tuhan. Tuhan menyambut Anda ke dalam keluarga-Nya. Kenali hati Bapa di Surga. Habiskan waktu dalam doa dan Kitab Suci, bukan hanya untuk mendapatkan informasi saja, tetapi untuk mengenal Allah sebagai Bapa. Tolak kebohongan iblis dengan kebenaran firman. Ketika musuh berkata, "Kamu sendirian," jawablah dengan firman Tuhan: "Tuhan adalah penolongku; aku tidak akan takut. Tuhan tidak pernah meninggalkanku". AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia