KETIKA KUTUK DITIMPAKAN ATAS YESUS
KETIKA KUTUK DITIMPAKAN ATAS YESUS
GALATIA 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Shalom Warga Kerajaan Sorga.
Banyak orang berpikir bahwa berkat itu hanya menerima hal-hal baik saja dan kutukan adalah ketika kita mengalami hal-hal yang buruk. Namun, dalam Alkitab, kedua hal ini memiliki arti yang mengakar sangat dalam.
Berkat adalah nikmat, kehadiran, dan perkenanan Allah atas kehidupan seseorang. Kutukan adalah konsekuensi pemisahan dari jalan dan hadirat Tuhan. Ini semua merupakan akibat dari dosa. Akibat dosa adalah pemisahan hidup manusia dengan Tuhan.
Ketika Allah membawa Israel ke Tanah Perjanjian, Dia menyajikan dua jalan: ketaatan yang mengarah pada berkat dan pemberontakan yang mengarah pada kutukan (ULANGAN 28). Berkat itu tidak diperoleh dari jasa manusia tetapi dialami melalui hidup di bawah perjanjian Allah.
Kisah kemanusiaan dimulai dengan berkat. Tuhan memberkati Adam dan Hawa (KEJADIAN 1:28). Tetapi melalui dosa, kutukan itu masuk ke dalam ciptaan (KEJADIAN 3:17-19). Alkitab pada akhirnya adalah kisah tentang Allah membalikkan kutukan itu menjadi berkat melalui Yesus Kristus.
Dosa nembawa kutukan. Kutukan pertama dalam Kitab Suci datang setelah ketidaktaatan Adam. KEJADIAN 3:17 mengatakan, "maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu". Kutukan itu mempengaruhi pekerjaan, hubungan, dan penciptaan itu sendiri. Setiap bentuk kehancuran di dunia ini dapat ditelusuri kembali ke pemberontakan manusia melawan Tuhan. Paulus menjelaskan: "Sebab semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah" (ROMA 3:23). Kutukan terbesar bukanlah kemiskinan, penyakit, atau kesulitan. Ini adalah pemisahan dari Allah karena dosa.
Ingat, ayat bacaan hari ini menjelaskan bahwa semua kutuk ditimpakan atas Yesus Kristus. Titik balik datang di salib. Yesus mengambil ke atas diri-Nya penghakiman yang layak diterima oleh orang berdosa. Di salib, kutukan dosa ditempatkan atas Kristus sehingga orang percaya dapat menerima berkat dan perkenanan Tuhan atas dirinya. Ini berarti orang Kristen tidak hidup di bawah ketakutan akan kutukan, karena Kristus telah memenangkan kemenangan atas setiap kutukan.
Perjanjian Baru menekankan bahwa orang percaya diberkati "dalam Kristus." EFESUS 1:3 mengatakan, "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga". Berkat terbesar kita sudah menjadi milik kita di dalam Kristus, yaitu pengampunan atas dosa dan hukuman dosa yang adalah maut. Adopsi ke dalam keluarga Allah. Roh Kudus yang diberikan dan tinggal di dalam diri orang percaya. Akses ke Tuhan secara langsung dan kehidupan kekal bersama Dia kelak.
Berkat-berkat materi mungkin datang dan pergi, tetapi berkat-berkat rohani dalam Kristus aman selamanya. Bayangkan sebuah lampu dicabut dari sumber dayanya. Masalahnya bukan pada lampu itu sendiri tetapi karena pemutusan aksesnya dari listrik. Manusia dipisahkan dari Tuhan melalui dosa. Kegelapan dan kehancuran yang diikuti adalah efek dari pemisahan itu. Yesus datang untuk menghubungkan kita kembali dengan Sumber kehidupan. Berkat itu bukan hanya menerima karunia dari Tuhan; tetapi dipulihkan sepenuhnya untuk bersekutu dan bersatu dengan Tuhan selamanya.
Kutukan terbesar adalah pemisahan dari Allah karena dosa. Berkat terbesar adalah rekonsiliasi dengan Allah melalui Yesus Kristus, yang menanggung semua kutukan bagi kita, sehingga kita dapat menerima berkat kehidupan kekal. AMIN !
Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏
Amin 🙏😇
BalasHapus