KETIKA KITA MAU LEBIH DARI YANG LAIN
KETIKA KITA MAU LEBIH DARI YANG LAIN
FILIPI 2:2-3 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
Kita hidup di dunia yang terus mendorong kita untuk maju dan bahkan lebih maju dari orang lain. Kita dituntut menjadi yang pertama, bahkan mengungguli orang lain, dan setelah itu mendapatkan pengakuan.
Ingat, sukses itu sendiri tidak salah bahkan tidak berdosa, tetapi motivasi di balik itu sangat penting. Alkitab memperingatkan agar kita tidak mengejar kesuksesan atau keberhasilan melalui ambisi yang egois, kesombongan, mau lebih dari yang lain, bahkan dengan menginjak dan merugikan orang lain. Kita sudah terbiasa mau mengantre lebih duluan dari yang lain, kita mau keluar dari pesawat duluan dari yang lain, kita bahkan mau bayar ekstra di beberapa tempat supaya tidak mengantre. Intinya kita mau mendahului atau melampaui yang lain. Semua itu sah-sah saja jika kita tidak merugikan orang lain dan tidak memiliki motivasi yang angkuh, ingin memperlihatkan bahwa kita lebih dari yang lain.
Yesus mengajarkan cara yang berbeda. Ia berkata, "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu" (MARKUS 10:43). Dalam Kerajaan Allah, kebesaran, kesuksesan, bahkan posisi kita diukur dengan kerendahan hati, kesetiaan, dan kasih, bukan dengan berapa banyak orang yang kita lampaui.
Lihat Yusuf, saudara-saudaranya berusaha untuk lebih maju darinya dengan menjualnya ke dalam perbudakan, tetapi Allah meninggikan Yusuf karena ia tetap setia melalui penderitaan. Demikian juga, Daud menolak untuk membunuh Raja Saul bahkan ketika ia memiliki kesempatan. Daud tidak akan merebut takhta dengan paksa; ia menunggu waktu Allah. Mereka yang percaya pada promosi Tuhan tidak perlu memanipulasi keadaan.
Perhatikan ayat ini, "Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain" (MAZMUR 75:6-7). Promosi, ditinggikan, atau ditempatkan di depan itu hak Tuhan dan berasal dari Tuhan sendiri. YAKOBUS 4:10 menegaskan, "Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu". Tuhan mau kita merendahkan diri, dan membiarkan Tuhan yang promosi kita.
Tanyakan ini kepada diri kita sendiri, "Apakah saya mencoba untuk maju, naik, atau menjadi yang terutama dengan merugikan orang lain dan selalu membandingkan diri saya dengan yang lain?", "Apakah saya bersukacita ketika orang lain berhasil, atau apakah saya menjadi cemburu?", "Apakah saya bersedia menunggu waktu Tuhan alih-alih memaksakan kemajuan saya sendiri?".
Berkat Tuhan tidak terbatas. Keberhasilan orang lain tidak mengurangi apa yang dapat Tuhan lakukan dalam hidup Anda. Ketika Anda merayakan orang lain, melayani dengan setia, dan mempercayai waktu Tuhan, Anda memposisikan diri Anda untuk sebuah promosi yang datang dari Tuhan sendiri. Semoga keinginan kita adalah untuk menghormati Tuhan dan orang lain, bukan mendahului orang lain dengan merugikan mereka dan menjadikan kita sombong. Biarlah Tuhan yang tinggikan kita hanya dalam waktu-Nya yang sempurna dan untuk kemuliaan nama Yesus. AMIN !
Amin ππ
BalasHapusAminπ
BalasHapus