KEMENANGAN VS KEKALAHAN
KEMENANGAN VS KEKALAHAN
MARKUS 8:36 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.
Shalom Warga Kerajaan Sorga.
Di mata dunia, menang berarti mendapatkan lebih banyak uang, lebih banyak pengakuan, lebih banyak kekuatan, lebih banyak kesuksesan. Kehilangan atau kekalahan berarti kegagalan, penolakan, kelemahan, atau pengorbanan. Tetapi Kerajaan Allah mendefinisikan menang dan kalah dengan sangat berbeda.
Yesus tampak kalah ketika Ia ditangkap, diejek, dan disalibkan. Murid-murid-Nya lari, bahkan ada yang berkhianat dan menyangkal Dia. Salib tampak seperti kekalahan total. Namun apa yang tampak seperti kerugian terbesar menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus mengalahkan dosa, kematian, bahkan memberikan keselamatan bagi umat manusia.
Rasul Paulus memahami prinsip kerajaan ini. Dia menulis bahwa dia menganggap semua pencapaian duniawinya sebagai kerugian dibandingkan dengan mengenal Kristus (FILIPI 3:7-8). Paulus menemukan bahwa terkadang yang merupakan kehilangan untuk Tuhan, menjadi keuntungan terbesar kita. Banyak orang percaya berjuang karena mereka mengukur hidup mereka dengan papan skor duniawi. Promosi mungkin terasa seperti kemenangan. Kemunduran mungkin terasa seperti kehilangan. Namun Tuhan sering menggunakan kerugian untuk membangun karakter, memperdalam iman, dan menarik kita lebih dekat kepada-Nya.
Ingat, banyak orang menerima Yesus dan kehilangan keluarganya, bahkan kehilangan nyawanya. Seolah-olah seperti hidupnya kalah dan tidak ada harapan. Bahkan seorang pribadi yang taat kepada firman dan tidak mau kompromi dengan dunia bisa kehilangan teman, pekerjaan dan kesempatan. Kadang-kadang ketaatan terlihat mahal pada saat itu, tetapi menghasilkan sebuah pembelaan Tuhan yang sungguh ajaib.
Kehidupan Kristen bukan tentang menghindari setiap kehilangan; ini tentang memastikan kita tidak kehilangan apa yang paling penting, yaitu hubungan kita dengan Allah, iman kita, dan warisan kekal kita. Justru itu adalah kehilangan dan kekalahan terbesar jika kita sampai kehilangan keselamatan yang sudah disediakan secara cuma-cuma.
Kemenangan duniawi bisa menjadi kerugian rohani. Dalam ayat bacaan hari ini, Yesus memperingatkan bahwa seseorang dapat memperoleh seluruh dunia namun kehilangan jiwanya. Sukses tanpa Tuhan adalah kegagalan.
Salomo memperoleh kekayaan dan kebijaksanaan tetapi kemudian menjauh dari pengabdian sepenuh hati kepada Allah. Yudas Iskariot memperoleh tiga puluh keping perak tetapi kehilangan jauh lebih banyak daripada yang diperolehnya. Tidak setiap keuntungan ada berkat di baliknya dan tidak setiap kerugian ada tragedi di baliknya.
Ingat, Alkitab menjelaskan bahwa kekalahan untuk Kristus sebenarnya adalah kemenangan. MATIUS 16:25 mengatakan, "Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya". Ini adalah salah satu paradoks besar dari Kitab Suci. Ketika orang percaya menyerahkan hidup mereka kepada Kristus, mereka justru menemukan kehidupan yang sejati. Musa meninggalkan harta Mesir dan mendapatkan panggilan Allah. Abraham meninggalkan tanah airnya dan memperoleh janji perjanjian Allah. Apa yang diserahkan kepada Tuhan justru berbuah sebuah kemenangan.
Tuhan menggunakan sesuatu yang nampaknya kerugian untuk sebuah kemenangan dan pertumbuhan. Yusuf kehilangan kebebasannya tetapi memperoleh tujuan Allah. Ayub kehilangan harta benda, kesehatan, dan anggota keluarga, namun tetap setia dan mengalami pemulihan Tuhan. Kerugian sementara dapat menjadi platform untuk tujuan Tuhan yang lebih besar.
Kebangkitan mengingatkan kita bahwa firman terakhir Allah bukanlah kekalahan tetapi kemenangan. Seorang petani menanam benih ke tanah. Dari satu perspektif, benih seolah-olah menghilang di bawah tanah. Tetapi itu diperlukan untuk pertumbuhan dan panen. Jika benih menolak untuk dikuburkan, itu tidak akan pernah berbuah. Demikian juga, ketika orang percaya menyerahkan ambisi, kenyamanan, kesombongan, atau kendali kepada Tuhan, itu mungkin terasa seperti kehilangan. Namun Tuhan justru akan membela, bahkan membawa kita naik, untuk mempertontonkan kepada dunia kemuliaan-Nya. Kekalahan di dalam Tuhan adalah kemenangan. AMIN !
Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏
Amin🙏
BalasHapusAmin...
BalasHapusAmin🙏
BalasHapus