CARA AHAS DAN HIZKIA

CARA AHAS & HIZKIA 2 TAWARIKH 28:22 Dalam keadaan terdesak itu raja Ahas ini, malah semakin berubah setia terhadap TUHAN. 2 TAWARIKH 29:3 Pada tahun pertama pemerintahannya, dalam bulan yang pertama, ia membuka pintu-pintu rumah TUHAN dan memperbaikinya. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Raja Ahas dan putranya Hizkia memerintah kerajaan yang sama, yaitu Kerajaan Yehuda. Mereka menghadapi banyak tantangan yang sama, namun tanggapan mereka terhadap Tuhan sama sekali berbeda. Ahas menjadi contoh kompromi dan ketidakpercayaan, sementara Hizkia menjadi contoh iman dan kebangunan rohani. Kehidupan mereka mengingatkan kita bahwa keadaan kita tidak menentukan masa depan kita, namun respon kita terhadap Tuhan yang menentukan masa depan kita. Ketika raja Ahas terancam diserang beberapa kerajaan, Tuhan memberikan pesan lewat nabi Yesaya bahwa Tuhan akan menolongnya. Ahas mengambil keputusan yang fatal, ia tidak mau ditolong Tuhan, dia malah mencari bantuan manusia, yaitu Kerajaan Asyur yang besar. Bahkan dia mengirim utusan kepada raja Asyur, katanya: "Aku ini hambamu dan anakmu." (2 RAJA-RAJA 16:7). Alih-alih mencari Tuhan, raja Ahas mengandalkan aliansi politik. Sebaliknya, ketika kerajaan Yehuda dikepung musuh di zaman kepemerintahan raja Hizkia, ia pergi ke bait Allah dan berdoa (2 RAJA-RAJA 19:14-16). Ketika masalah datang, kemana kita berlari? Apakah lari dari Tuhan atau berlari ke Tuhan? Raja Ahas mempromosikan penyembahan berhala dan menutup ibadah di Bait Allah (2 TAWARIKH 28:24). Tindakan besar pertama Hizkia sebagai raja adalah membuka kembali dan membersihkan Bait Allah sesuai yang tertulis di ayat bacaan hari ini. Dosa menutup persekutuan kita dengan Allah. Pertobatan membuka kembali sebuah persekutuan yang indah bersama Tuhan. Kebangkitan dimulai ketika kehadiran Tuhan menjadi prioritas kita lagi. Raja Ahas menggunakan cara dunia, sementara raja Hizkia kembali menggunakan cara Tuhan. Raja Ahas mengagumi penyembahan berhala dan bahkan mendesain ulang altar Tuhan untuk menyesesuaikan dengan pola dunia (2 RAJA-RAJA 16:10-16). Raja Hizkia memulihkan ibadah sesuai dengan instruksi Allah dan memanggil bangsa itu kembali kepada kesetiaan kepada Tuhan. Hari ini gereja tidak dipanggil untuk meniru nilai-nilai dunia tetapi untuk mencerminkan karakter Allah. Penyembahan sejati dibentuk oleh firman Tuhan, bukan oleh tren budaya. Salah satu kenyataan paling menyedihkan tentang Ahas adalah pada waktu kesesakannya ia menjadi lebih tidak setia kepada Tuhan seperti yang tertulis di ayat bacaan hari ini. Ketika kesulitan datang, Ahas bergerak lebih jauh dari Tuhan. Hizkia melakukan sebaliknya. Dalam krisis ia mencari Allah dengan lebih sungguh-sungguh. Ujian mengungkapkan arah hati kita. Masa-masa sulit dapat mengeraskan hati kita melawan Tuhan atau mendorong kita lebih dekat kepada-Nya. Ahas mewakili kecenderungan manusia untuk mengandalkan diri kita sendiri, sumber daya manusia dan solusi duniawi. Sebaliknya, Hizkia mewakili sebuah ketergantungan pada Allah. Jangan mengandalkan manusia atau apapun yang ada di dunia ini, semua itu tidak akan memberikan jawaban atas kehidupan ini. AMIN ! Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN