SEDEKAT APAKAH TUHAN?

SEDEKAT APAKAH TUHAN? MAZMUR 16:8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Shalom Ada perbedaan antara mengetahui bahwa Tuhan hadir dan sadar bahwa kehadiran-Nya selalu dekat dan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan tidak hadir hanya ketika kita berdoa, beribadah, atau memasuki sebuah bangunan gereja saja, Dia bersama kita di saat-saat biasa, ketika kita bekerja, membuat keputusan, bepergian, menghadapi tekanan, mengalami kekecewaan, atau hanya duduk sendirian dengan pikiran kita yang sedang melamun. Bahkan ketika kita gagal, Dia juga tidak pernah meninggalkan kita. Allah sangat dekat dengan orang percaya. Kekristenan tidak mengajarkan bahwa kita hanya memiliki Allah yang jauh yang berjaga-jaga dari surga. Melalui Kristus dan Roh Kudus, Allah membawa kita ke dalam hubungan dan persekutuan dengan diri-Nya sendiri. Kedekatan Allah tidak tergantung pada emosi kita. Kita mungkin merasa dekat dengan Dia suatu hari dan jauh di har...

BUKAN PERKASA DAN KUAT KITA

BUKAN PERKASA & KUAT KITA ZAKHARIA 4:6 Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. Shalom Warga Kerajaan Sorga. Di antara perabotan Kemah Suci di zaman Musa, kandil atau kaki dian (bahasa Ibraninya: "Menorah") yang adalah tempat lilin atau lampu itu memiliki arti yang khusus. Berbeda dengan perabotan Kemah Suci lainnya, kandil berfungsi untuk memberikan terang di tempat kudus. Kandil melambangkan kehadiran Allah, kebenaran, bimbingan, dan panggilan umat-Nya untuk bersinar di dunia yang gelap. Kandil itu terbuat dari emas murni (KELUARAN 25:36). Kandil atau tempat lilin dan lampu mengingatkan kita bahwa cahaya rohani sejati tidak berasal dari diri kita atau kebijaksanaan manusia tetapi dari Allah sendiri. Yesus menyatakan: "Akulah terang dunia" (YOHANES 8:12). Selain Kristus, umat manusia berjalan dalam kegelapan. Dia sendiri adalah sumber terang yang menerangi pikiran dan hati kita. Ingatlah, terang Tuhan telah diterbitkan di dalam hidup setiap orang percaya. Banyak orang mencari bimbingan dari pengetahuan dunia, budaya, filsafat, atau pertimbangan pribadi. Kandil mengingatkan kita bahwa terang sejati berasal dari Allah dan firman-Nya. "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (MAZMUR 119:105). Lampu-lampu di kandil harus dinyalakan dengan minyak zaitun murni (KELUARAN 27:20). Di seluruh Alkitab, minyak sering melambangkan Roh Kudus. Kandil tidak bisa bersinar tanpa pasokan minyak terus-menerus. Nabi Zakharia mendapatkan penglihatan tentang kandil dan dalam penglihatan Zakharia, kandil dihubungkan langsung dengan pohon zaitun, menggambarkan pesan Allah: "Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku" (ZAKHARIA 4:6). Banyak orang percaya mencoba bersinar, tenar atau terkenal melalui bakat, usaha, atau kepribadian saja. Yesus adalah Terang Dunia, kita kandil-Nya. Sinar yang bersinar dari hidup kita tidak bisa menggunakan usaha kita. Ketika manusia menggunakan usaha dan kekuatannya sendiri, sinar hidupnya pasti pudar dan tidak konsisten. Pengaruh rohani yang kekal datang melalui pemberdayaan dari Roh Kudus, bukan keperkasaan atau kekuatan kita. Lampu tanpa minyak tidak berguna. Demikian pula, pelayanan tanpa ketergantungan pada Tuhan akhirnya menjadi redup. Para imam diperintahkan untuk merawat lampu supaya terus menerus menyala (IMAMAT 24:2-4). Cahaya dan terang Tuhan di hidup kita tidak pernah dimaksudkan untuk berhenti bersinar. Berarti setiap hari kita patut merawat terang Tuhan yang sudah diberikan di dalam hidup kita dengan meminyakinya lewat firman Tuhan yang kita baca dan dengar. Bayangkan sebuah mercusuar di garis pantai berbatu selama badai. Kapal tidak bisa mengendalikan gelombang, tetapi mereka bisa melihat cahaya. Mercusuar tidak menghilangkan badai; tetapi bisa memberikan arah melaluinya. Demikian juga Kristus tidak menjanjikan kehidupan yang bebas badai, tetapi Dia menyediakan terang untuk setiap musim. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi seperti mercusuar itu, bersinar terang-Nya sehingga orang lain dapat menemukan jalan mereka kepada Yesus. AMIN !

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia