MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

MEMBANGUN MEZBAH UNTUK TUHAN


"MEMBANGUN MEZBAH UNTUK TUHAN"


" ... lalu ia MENDIRIKAN di situ MEZBAH BAGI TUHAN dan memanggil nama TUHAN" (Kejadian 12:8). 

> Mezbah adalah tempat untuk

mempersembahkan korban. Dalam perjalanan Abraham menanggapi panggilan Tuhan, ia selalu membangun mezbah bagi Tuhan. Abraham

mendirikan mezbah bagi Tuhan dan disitulah ia memanggil nama Tuhan. Dengan membangun mezbah bagi Tuhan, Abraham menyediakan waktu

untuk berhubungan dengan Tuhan Allah yang disembahnya. 

> Membangun mezbah secara fisik

tidak lagi dilakukan orang percaya saat ini.

Mezbah sebagai lambang perjumpaan dengan Tuhan. Saat membangun mezbah bagi Tuhan, orang percaya menyediakan waktu untuk berdoa dan bersekutu secara pribadi dengan Tuhan. 

>> Jadi, apakah makna membangun mezbah bagi Tuhan? 


1. MENETAPKAN TUHAN SEBAGAI PUSAT HIDUP KITA!

> Kejadian 12:8 : " ... lalu ia MENDIRIKAN di situ MEZBAH BAGI TUHAN dan memanggil nama TUHAN."

> Ketika kita membangun mezbah bagi Tuhan, kita menempatkan Tuhan sebagai pusat hidup kita. Kita mengakui Tuhan Yesus sebagai Allah dan Raja kita yang layak untuk dipuji dan disembah!

2. TINDAKAN IMAN DAN KETAATAN!

> Ibrani 11:8 : "Karena IMAN Abraham TAAT, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui."

> Mezbah adalah tindakan iman - percaya sebelum melihat!  Ketika seseorang membangun mezbah, ia belum melihat jawaban, belum melihat perubahan, belum melihat berkat. Namun, ia tetap datang kepada Tuhan, berseru kepada Tuhan dan menyembah!

> Abraham membangun mezbah sebelum melihat tanah perjanjian dan Elia membangun mezbah sebelum api Tuhan turun dari langit! (revival). 

3. TEMPAT PENYERAHAN DIRI!

> Roma 12:1 : "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu MEMPERSEMBAHKAN TUBUHMU SEBAGAI PERSEMBAHAN YANG HIDUP, YANG KUDUS DAN YANG BERKENAN KEPADA ALLAH : itu adalah ibadahmu yang sejati." 

> Mezbah selalu berhubungan dengan korban. Saat ini korban itu adalah : kehendak pribadi, ego dan hidup kita sendiri!

> Membangun mezbah bagi Tuhan adalah menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan!

4. MEMBANGUN RELASI, BUKAN RITUAL!

> Mazmur 22:4 : "Padahal Engkaulah Yang Kudus yang BERSEMAYAM (BERTAHTA) DIATAS PUJI-PUJIAN orang Israel."

> Allah bersemayam atau bertahta diatas pujian artinya : "Allah menyatakan kehadiran-Nya ketika umat-Nya menaikkan pujian." 

> Mazmur 22 ini di mulai dengan suatu  jeritan : "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?" (ay.2). 

> Jadi, Pujian disini adalah tindakan iman ditengah krisis. Ada kuasa dalam pujian dan penyembahan yang dinaikkan umat Tuhan. Saat pujian dan penyembahan dinaikkan kepada Tuhan, kuasa Allah bekerja. Pujian dan penyembahan mendahului kemenangan (bnd. 2 Taw.20:22). Amin. 

Selamat pagi. Selamat beraktifitas. Tuhan Yesus memberkati!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR