DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

DIMANA ALLAH MEMBERIKAN NAFAS-NYA,DISITU ADA HIDUP

 Di mana Allah memberikan nafas-Nya, di situ ada hidup

Yehezkiel 37:5 TB

[5] Beginilah firman Tuhan Allah kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali

Tuhan memberi nabi Yehezkiel sebuah penglihatan yang tidak hanya aneh namun juga mencengangkan: sebuah lembah penuh dengan tulang-tulang kering. Tak bernyawa. Terserak. Terlupakan. Itu melambangkan keadaan Israel saat itu sebagai sebuah bangsa dan kondisi kerohanian mereka - disingkirkan, remuk redam, tak lagi punya pengharapan.

Tetapi Tuhan berkata, "Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.” (Yehezkiel 37:5). Ini bukan hanya janji akan pembaharuan, namun akan sebuah pemulihan seutuhnya. 

Dalam bahasa Ibrani, kata "nafas" adalah ruach - sebuah kata yang juga berarti roh atau angin. Tuhan berkata, "Aku akan mengisi yang telah mati dengan Roh-Ku dan membangkitkannya kembali."

Ini bukan hanya janji untuk orang Israel - ini hanya sedikit dari apa yang Allah bisa lakukan terhadap jiwa-jiwa yang terasa kering, ciut dan dingin. Mungkin engkau telah melewati sebuah musim kekeringan rohani yang panjang. Mungkin engkau merasa hidup ini telah memadamkan imanmu. Namun Tuhan yang memberikan napas kepada tulang-tulang kering masih memberikan napas-Nya hingga hari ini.

Kita melayani Allah yang membangkitkan orang mati. Entahkah itu sebuah bangsa, sekelompok orang, bahkan Putra-Nya yang wafat di kayu salib, Dia memulihkan yang terhilang, memperbaharui yang hancur, dan membangkitkan harapan yang telah pupus.

Jika jiwamu terasa kosong, mintalah Dia untuk memberikan napasnya kepadamu lagi. Karena, di mana Allah memberikan napasnya, di situ ada hidup.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia