DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

MEMBAGIKAN KASIH ALLAH,BAPA KITA

 Membagikan Kasih Allah, Bapa Kita

Maleakhi 3:1 TB

[1]  Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman Tuhan semesta alam. 

Nabi Maleakhi menulis untuk memperingatkan umat Allah tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Dia memberi tahu mereka tentang suatu masa ketika Tuhan akan mengirim seorang utusan seperti Elia, yang akan membawa hati orang-orang kembali kepada Tuhan.

Utusan yang dirujuk Maleakhi adalah Yohanes Pembaptis. Dan peran Yohanes adalah mengarahkan orang-orang kembali kepada Allah sebagai persiapan kedatangan Yesus (Matius 3:1-12). Yohanes mengkhotbahkan pesan pertobatan, dan membaptis orang di sungai Yordan sebagai tanda berbalik kepada Tuhan.

Bagi mereka yang percaya kepada Tuhan dan percaya kepada Yesus sebagai Mesias yang akan datang, mereka akan mengalami pemulihan dan keselamatan. Dan ini adalah bagian dari pesan Maleakhi: mereka yang percaya kepada Tuhan akan diselamatkan dari penghakiman yang akan datang.

Salah satu tanda pemulihan ini adalah bersatunya keluarga. Satuan keluarga adalah inti dari misi Allah, karena hubungan dalam keluarga mewakili hubungan Allah dengan gereja-Nya.

Tuhan ingin agar hati para ayah dan ibu dipulihkan kepada anak-anaknya, dan anak-anak kepada ayah dan ibunya. 

Meskipun kita tahu bahwa tidak ada keluarga yang sempurna—bahkan, banyak keluarga yang hancur—kita semua menanti-nantikan hari ketika Allah akan sepenuhnya memulihkan kembali dunia kita yang hancur menjadi harmonis dan penuh kasih. Hingga saat itu tiba kita berusaha sebaik mungkin untuk hidup harmonis dan penuh kasih satu sama lain.

Jika Anda adalah seorang ayah atau ibu pertimbangkan bagaimana Anda dapat mengungkapkan kasih Allah melalui hubungan Anda dengan anak-anak Anda. Dan sebagai anak-anak, semoga kita menggunakan waktu yang tersisa untuk mencintai orang tua kita juga. Bagi kita semua, semoga kita memikirkan bagaimana kita dapat mengasihi orang-orang di sekitar kita dengan cara yang memuliakan Allah dan mengomunikasikan kasih-Nya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia