MENANG MENGATASI PENDERITAAN

"MENANG MENGATASI PENDERITAAN!" "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis" (Wahyu 2:9). > Jemaat di Smirna adalah jemaat yang mengalami tekanan, penderitaan, dan penganiayaan. Namun Tuhan Yesus tidak menegur mereka, melainkan menguatkan dan memberi janji kemenangan. >> Bagaimana kita dapat menang mengatasi penderitaan? 1. JANGAN TAKUT AKAN PENDERITAAN! > Wahyu 2:10 : "JANGAN TAKUT TERHADAP APA YANG HARUS ENGKAU DERITA...". > Penderitaan sering membuat manusia takut : "takut kehilangan", "takut ditolak", "takut masa depan", "takut menghadapi tekanan". > Tetapi Tuhan ingin kita "tetap percaya". Ketika Tuhan mengizinkan ujian terjadi, Dia juga menyertai dan memberi kekuatan. > Yesaya 41:10 : "janganlah takut, sebab Aku menye...

MEMBAGIKAN KASIH ALLAH,BAPA KITA

 Membagikan Kasih Allah, Bapa Kita

Maleakhi 3:1 TB

[1]  Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman Tuhan semesta alam. 

Nabi Maleakhi menulis untuk memperingatkan umat Allah tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Dia memberi tahu mereka tentang suatu masa ketika Tuhan akan mengirim seorang utusan seperti Elia, yang akan membawa hati orang-orang kembali kepada Tuhan.

Utusan yang dirujuk Maleakhi adalah Yohanes Pembaptis. Dan peran Yohanes adalah mengarahkan orang-orang kembali kepada Allah sebagai persiapan kedatangan Yesus (Matius 3:1-12). Yohanes mengkhotbahkan pesan pertobatan, dan membaptis orang di sungai Yordan sebagai tanda berbalik kepada Tuhan.

Bagi mereka yang percaya kepada Tuhan dan percaya kepada Yesus sebagai Mesias yang akan datang, mereka akan mengalami pemulihan dan keselamatan. Dan ini adalah bagian dari pesan Maleakhi: mereka yang percaya kepada Tuhan akan diselamatkan dari penghakiman yang akan datang.

Salah satu tanda pemulihan ini adalah bersatunya keluarga. Satuan keluarga adalah inti dari misi Allah, karena hubungan dalam keluarga mewakili hubungan Allah dengan gereja-Nya.

Tuhan ingin agar hati para ayah dan ibu dipulihkan kepada anak-anaknya, dan anak-anak kepada ayah dan ibunya. 

Meskipun kita tahu bahwa tidak ada keluarga yang sempurna—bahkan, banyak keluarga yang hancur—kita semua menanti-nantikan hari ketika Allah akan sepenuhnya memulihkan kembali dunia kita yang hancur menjadi harmonis dan penuh kasih. Hingga saat itu tiba kita berusaha sebaik mungkin untuk hidup harmonis dan penuh kasih satu sama lain.

Jika Anda adalah seorang ayah atau ibu pertimbangkan bagaimana Anda dapat mengungkapkan kasih Allah melalui hubungan Anda dengan anak-anak Anda. Dan sebagai anak-anak, semoga kita menggunakan waktu yang tersisa untuk mencintai orang tua kita juga. Bagi kita semua, semoga kita memikirkan bagaimana kita dapat mengasihi orang-orang di sekitar kita dengan cara yang memuliakan Allah dan mengomunikasikan kasih-Nya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA