DITANAM DAN BERTUNAS

DITANAM DAN BERTUNAS MAZMUR 92:13 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Shalom Pohon tidak bertumbuh subur karena sering dipindahkan. Pohon bertumbuh subur karena ditanam. Banyak orang menginginkan buah berkat, kedamaian, hikmat, dan kekuatan rohani, tetapi mereka kesulitan untuk berakar. Allah merancang pertumbuhan untuk datang melalui tinggal, menetap, dan tetap terhubung dengan-Nya. Pemazmur membandingkan orang percaya dengan pohon yang ditanam di rumah Allah. Pohon yang ditanam bertahan dari badai karena akarnya menancap dalam. Dengan cara yang sama, orang percaya yang tetap berakar di hadirat Allah, firman-Nya, doa, dan persekutuan mengembangkan kestabilan bahkan selama musim-musim sulit. "Ditanam" berarti kesetiaan kepada firman Tuhan ketika emosi mulai menguasai kita. Komitmen ketika cobaan datang. Tetap terhubung dengan firman Tuhan ketika hidup menjadi sibuk. Terus percaya kepada Tuhan bahkan ketika masalah masih ada. Poho...

IDENTITAS YANG MENYELAMATKAN

 

Identitas yang Menyelamatkan
Kisah Para Rasul 22:23-29

Identitas adalah jati diri yang menyatakan status dan segala atribut yang melekat pada seseorang. Kadang identitas tertentu dapat menyelamatkan sang pemilik identitas.

Paulus, yang kala itu sedang terimpit oleh desakan orang banyak, dibawa ke markas dan hendak didera dengan cambukan (23-24). Betapa bijaknya Paulus, seorang terdakwa yang akan disiksa, dengan tegas menyatakan identitasnya sebagai warga negara Roma. Setelah dipastikan bahwa identitas itu benar, bahkan didapat karena kelahirannnya, dia terluput dari penyiksaan (25-29).

Pada masa itu, ada hukum Romawi yang disebut Civis Romanus Sum bahwa warga negara Roma tidak boleh dicambuk dan dihukum tanpa pengadilan. Hakim yang menolak pembelaan warga negara Roma akan dijatuhi sanksi, bahkan dihukum mati. Sang kepala batalion tentu tidak berani melanggar hukum ini.

Jika identitas Paulus sebagai orang Roma menyelamatkannya dari cambukan, terlebih lagi identitas kita sebagai orang percaya menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Jika kewarganegaraan Kerajaan Roma dibeli dengan harga yang mahal, terlampau mahal lagi kewarganegaraan Kerajaan Allah. Yesus Kristus telah membayar harganya sehingga "siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan" (Mrk 16:16).

Paulus sebagai orang Roma tahu benar siapa dirinya, juga undang-undang yang berlaku di bangsanya, sehingga identitas itu menyelamatkan dia tepat pada waktunya. Bagaimana dengan kita? Berbicara tentang identitas, sadarkah kita tentang siapa kita serta apa yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai orang percaya?

Ingatlah, yang masuk ke dalam Kerajaan Surga adalah mereka yang "melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga" (Mat 7:21). Identitas kita sebagai orang percaya janganlah sekadar nama, tetapi harus terlihat dari apa yang kita katakan dan perbuat dalam kehidupan nyata. Kita harus tahu apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidup kita, dan dari pengetahuan itulah kita beranjak mengerjakan keselamatan kita. [RBM]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA