BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN

BAHAYA SEBUAH KESUKSESAN ULANGAN 6:10-12 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Shalom Sebelum Israel memasuki Tanah Perjanjian, Allah memperingatkan bangsa Israel tentang sesuatu yang tak terduga. Bahaya terbesar bukanlah di padang gurun, atau bahkan musuh yang akan mereka hadapi atau sudah hadapi dalam perjalanan menduduki tanah Perjanjian. Bahaya terbesar adalah hidup dalam kelimpahan. Setelah mereka dikelilingi oleh berkat-berkat y...

IDENTITAS YANG MENYELAMATKAN

 

Identitas yang Menyelamatkan
Kisah Para Rasul 22:23-29

Identitas adalah jati diri yang menyatakan status dan segala atribut yang melekat pada seseorang. Kadang identitas tertentu dapat menyelamatkan sang pemilik identitas.

Paulus, yang kala itu sedang terimpit oleh desakan orang banyak, dibawa ke markas dan hendak didera dengan cambukan (23-24). Betapa bijaknya Paulus, seorang terdakwa yang akan disiksa, dengan tegas menyatakan identitasnya sebagai warga negara Roma. Setelah dipastikan bahwa identitas itu benar, bahkan didapat karena kelahirannnya, dia terluput dari penyiksaan (25-29).

Pada masa itu, ada hukum Romawi yang disebut Civis Romanus Sum bahwa warga negara Roma tidak boleh dicambuk dan dihukum tanpa pengadilan. Hakim yang menolak pembelaan warga negara Roma akan dijatuhi sanksi, bahkan dihukum mati. Sang kepala batalion tentu tidak berani melanggar hukum ini.

Jika identitas Paulus sebagai orang Roma menyelamatkannya dari cambukan, terlebih lagi identitas kita sebagai orang percaya menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Jika kewarganegaraan Kerajaan Roma dibeli dengan harga yang mahal, terlampau mahal lagi kewarganegaraan Kerajaan Allah. Yesus Kristus telah membayar harganya sehingga "siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan" (Mrk 16:16).

Paulus sebagai orang Roma tahu benar siapa dirinya, juga undang-undang yang berlaku di bangsanya, sehingga identitas itu menyelamatkan dia tepat pada waktunya. Bagaimana dengan kita? Berbicara tentang identitas, sadarkah kita tentang siapa kita serta apa yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai orang percaya?

Ingatlah, yang masuk ke dalam Kerajaan Surga adalah mereka yang "melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga" (Mat 7:21). Identitas kita sebagai orang percaya janganlah sekadar nama, tetapi harus terlihat dari apa yang kita katakan dan perbuat dalam kehidupan nyata. Kita harus tahu apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidup kita, dan dari pengetahuan itulah kita beranjak mengerjakan keselamatan kita. [RBM]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN