DIAM

DIAM Diam lebih baik daripada drama yang tidak perlu. Amsal 17:28 Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya. shalom Kita hidup di zaman dimana semua orang harus bersuara, berkomentar, dan membela diri, ketika ada kesalahpahaman atau konflik dunia mengajarkan kita untuk membalas, membuat panggung dan menciptakan drama agar semua orang tahu bahwa kita benar. Amsal 10:19 Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi. Namun Firman Tuhan mengajarkan cara yang berbeda, alkitab berkali kali mengingatkan bahwa diam jauh lebih baik dan lebih berkuasa daripada terlibat dalam drama yang tidak perlu, diam bukan berarti takut atau kalah, melainkan sebuah bentuk penguasaan diri dan iman yang teguh kepada Tuhan. Amsal 26:20 Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran. Drama menjauhkan damai sejahtera, sindiran, gosip, atau konflik deng...

PERKATAAN YANG SIA-SIA


 *Perkataan yang Sia-sia Membocorkan Hayat*, bag 1


*Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan. - Amsal 13:3*

Kalau suatu wadah yang berisi air berlubang, meski­pun kecil sekali lubangnya, air yang ada di dalamnya akan bocor keluar dan habis. Masalahnya bukan ada airnya atau tidak, melainkan bocor atau tidak bocor. 

Ada saudara saudari, di hadapan Tuhan sangat menun­tut, ingin mengenal salib dan adakalanya juga rela memikul salib. Orang yang sedemikian itu seharusnya penuh dengan hidup yang luar biasa. Tetapi aneh sekali, adakalanya orang yang menuntut Tuhan, yang mempunyai kedambaan kepada Tuhan dan mau memikul salib, di atas dirinya sama sekali tidak terjamah adanya kehidupan. Yang Anda temukan di atas dirinya justru malah maut. Di manakah sebabnya? Sebabnya, *hidup yang diperolehnya telah bocor karena ulahnya sendiri.* Amsal 13:3 berkata, _"Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya. Si­apa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan."_


Sewaktu Salomo menulis sampai kata-kata ini, yang di­maksud dengan "nyawa" ini nyawa secara rohani atau secara jasmani. Saya tidak berani dengan tegas menentukannya. Tetapi baiklah dari sini kita ambil prinsipnya untuk melihat perkara rohani. Perkataan ini memperlihatkan kepada kita satu perkara, yaitu seorang yang menuntut Tuhan, seorang yang mempunyai hidup dalam Tuhan dan yang dengan hidup ini akan menyuplai gereja, ia harus berhati-hati terhadap per­kataannya. 

*Kalau perkataannya tidak berhati-hati, hudupnya akan bocor. Ada orang di tangan Tuhan tidak seberapa berguna, karena hidupnya bocor.* Di atas dirinya Anda hanya menja­mah maut, tidak menjamah hidup, karena dari bibirnya ia membocorkan hidup. Sebab itu, di hadapan Tuhan, kita harus menjaga mulut kita dengan ketat. 

Banyak pengalaman bisa memberitahu kita, tidak ada sesuatu pun yang membo­corkan hudup kita yang lebih hebat daripada perkataan yang sia-sia. Bukan berarti dosa lebih baik dari perkataan yang sia-sia. Di sini, selain dosa, perkara lain yang bisa membuat hidup kita musnah adalah perkataan yang sia-sia. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia