MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

PERKATAAN YANG SIA-SIA


 *Perkataan yang Sia-sia Membocorkan Hayat*, bag 1


*Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan. - Amsal 13:3*

Kalau suatu wadah yang berisi air berlubang, meski­pun kecil sekali lubangnya, air yang ada di dalamnya akan bocor keluar dan habis. Masalahnya bukan ada airnya atau tidak, melainkan bocor atau tidak bocor. 

Ada saudara saudari, di hadapan Tuhan sangat menun­tut, ingin mengenal salib dan adakalanya juga rela memikul salib. Orang yang sedemikian itu seharusnya penuh dengan hidup yang luar biasa. Tetapi aneh sekali, adakalanya orang yang menuntut Tuhan, yang mempunyai kedambaan kepada Tuhan dan mau memikul salib, di atas dirinya sama sekali tidak terjamah adanya kehidupan. Yang Anda temukan di atas dirinya justru malah maut. Di manakah sebabnya? Sebabnya, *hidup yang diperolehnya telah bocor karena ulahnya sendiri.* Amsal 13:3 berkata, _"Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya. Si­apa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan."_


Sewaktu Salomo menulis sampai kata-kata ini, yang di­maksud dengan "nyawa" ini nyawa secara rohani atau secara jasmani. Saya tidak berani dengan tegas menentukannya. Tetapi baiklah dari sini kita ambil prinsipnya untuk melihat perkara rohani. Perkataan ini memperlihatkan kepada kita satu perkara, yaitu seorang yang menuntut Tuhan, seorang yang mempunyai hidup dalam Tuhan dan yang dengan hidup ini akan menyuplai gereja, ia harus berhati-hati terhadap per­kataannya. 

*Kalau perkataannya tidak berhati-hati, hudupnya akan bocor. Ada orang di tangan Tuhan tidak seberapa berguna, karena hidupnya bocor.* Di atas dirinya Anda hanya menja­mah maut, tidak menjamah hidup, karena dari bibirnya ia membocorkan hidup. Sebab itu, di hadapan Tuhan, kita harus menjaga mulut kita dengan ketat. 

Banyak pengalaman bisa memberitahu kita, tidak ada sesuatu pun yang membo­corkan hudup kita yang lebih hebat daripada perkataan yang sia-sia. Bukan berarti dosa lebih baik dari perkataan yang sia-sia. Di sini, selain dosa, perkara lain yang bisa membuat hidup kita musnah adalah perkataan yang sia-sia. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR