MENANG MENGATASI PENDERITAAN

"MENANG MENGATASI PENDERITAAN!" "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis" (Wahyu 2:9). > Jemaat di Smirna adalah jemaat yang mengalami tekanan, penderitaan, dan penganiayaan. Namun Tuhan Yesus tidak menegur mereka, melainkan menguatkan dan memberi janji kemenangan. >> Bagaimana kita dapat menang mengatasi penderitaan? 1. JANGAN TAKUT AKAN PENDERITAAN! > Wahyu 2:10 : "JANGAN TAKUT TERHADAP APA YANG HARUS ENGKAU DERITA...". > Penderitaan sering membuat manusia takut : "takut kehilangan", "takut ditolak", "takut masa depan", "takut menghadapi tekanan". > Tetapi Tuhan ingin kita "tetap percaya". Ketika Tuhan mengizinkan ujian terjadi, Dia juga menyertai dan memberi kekuatan. > Yesaya 41:10 : "janganlah takut, sebab Aku menye...

HIDUP BERSYUKUR



Hidup Bersyukur

Mazmur 100:4 TB

[4]  Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

Seberapa bersyukurkah Anda ketika berbicara dengan Tuhan? Dunia di sekitar kita umumnya tidak mempraktikkan rasa bersyukur. Kita diajari untuk menjaga diri kita sendiri dalam mendapatkan apa yang menurut kita pantas kita terima. Tapi pada umumnya, kita tidak diajari untuk bersyukur.

Namun orang Kristen seharusnya menjadi orang yang paling bersyukur di bumi karena kita telah diberikan segalanya oleh Tuhan. Yakobus 1:17 mengingatkan kita bahwa setiap pemberian yang baik berasal dari Tuhan. Ini menyiratkan bahwa Tuhan selalu bertindak dalam kebaikan terhadap kita.

Tuhan tidak hanya memberi kita kehidupan dan napas, tetapi Dia juga menawarkan karunia hidup kekal secara cuma-cuma. Tuhan membuka jalan bagi kita untuk memiliki hubungan dengan-Nya melalui kematian dan kebangkitan Yesus. Itu saja sudah lebih dari cukup bagi kita untuk hidup dalam rasa syukur kepada Tuhan. 

Itulah sebabnya hati kita harus selalu bersyukur. 

Namun, kita sering mengeluh karena hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan kita. Kita menggerutu karena kita tidak memiliki hal-hal yang menurut kita pantas kita terima. Dan semakin banyak kita mengeluh, semakin hati kita menjadi kritis dan pahit.

Syukurlah, Mazmur 100 memberi kita penangkal untuk menggerutu dan mengeluh: rasa syukur. Bersyukur adalah kebiasaan rohani yang harus kita kembangkan dengan tekun melalui latihan terus menerus. Kita dapat berlatih dengan meluangkan waktu setiap hari untuk berbicara dengan Tuhan dan bersyukur atas semua yang telah Dia lakukan bagi kita. Kita juga dapat berlatih dengan memberi tahu orang lain betapa bersyukurnya kita untuk mereka.

Jadi, lain kali saat Anda ingin mengeluh atau menggerutu, luangkan waktu sejenak untuk memikirkan tentang kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidup Anda. Daripada mengeluh, ungkapkan betapa bersyukurnya Anda atas siapa Tuhan itu dan apa yang telah Dia berikan kepada Anda. Simpan daftar hal-hal yang Anda syukuri dan tambahkan sepanjang minggu. Perhatikan saat hati dan pikiran Anda mulai diubah oleh tindakan syukur yang sederhana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA