MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

HIDUP BERSYUKUR



Hidup Bersyukur

Mazmur 100:4 TB

[4]  Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

Seberapa bersyukurkah Anda ketika berbicara dengan Tuhan? Dunia di sekitar kita umumnya tidak mempraktikkan rasa bersyukur. Kita diajari untuk menjaga diri kita sendiri dalam mendapatkan apa yang menurut kita pantas kita terima. Tapi pada umumnya, kita tidak diajari untuk bersyukur.

Namun orang Kristen seharusnya menjadi orang yang paling bersyukur di bumi karena kita telah diberikan segalanya oleh Tuhan. Yakobus 1:17 mengingatkan kita bahwa setiap pemberian yang baik berasal dari Tuhan. Ini menyiratkan bahwa Tuhan selalu bertindak dalam kebaikan terhadap kita.

Tuhan tidak hanya memberi kita kehidupan dan napas, tetapi Dia juga menawarkan karunia hidup kekal secara cuma-cuma. Tuhan membuka jalan bagi kita untuk memiliki hubungan dengan-Nya melalui kematian dan kebangkitan Yesus. Itu saja sudah lebih dari cukup bagi kita untuk hidup dalam rasa syukur kepada Tuhan. 

Itulah sebabnya hati kita harus selalu bersyukur. 

Namun, kita sering mengeluh karena hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan kita. Kita menggerutu karena kita tidak memiliki hal-hal yang menurut kita pantas kita terima. Dan semakin banyak kita mengeluh, semakin hati kita menjadi kritis dan pahit.

Syukurlah, Mazmur 100 memberi kita penangkal untuk menggerutu dan mengeluh: rasa syukur. Bersyukur adalah kebiasaan rohani yang harus kita kembangkan dengan tekun melalui latihan terus menerus. Kita dapat berlatih dengan meluangkan waktu setiap hari untuk berbicara dengan Tuhan dan bersyukur atas semua yang telah Dia lakukan bagi kita. Kita juga dapat berlatih dengan memberi tahu orang lain betapa bersyukurnya kita untuk mereka.

Jadi, lain kali saat Anda ingin mengeluh atau menggerutu, luangkan waktu sejenak untuk memikirkan tentang kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidup Anda. Daripada mengeluh, ungkapkan betapa bersyukurnya Anda atas siapa Tuhan itu dan apa yang telah Dia berikan kepada Anda. Simpan daftar hal-hal yang Anda syukuri dan tambahkan sepanjang minggu. Perhatikan saat hati dan pikiran Anda mulai diubah oleh tindakan syukur yang sederhana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR