DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

HIDUP BERSYUKUR



Hidup Bersyukur

Mazmur 100:4 TB

[4]  Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

Seberapa bersyukurkah Anda ketika berbicara dengan Tuhan? Dunia di sekitar kita umumnya tidak mempraktikkan rasa bersyukur. Kita diajari untuk menjaga diri kita sendiri dalam mendapatkan apa yang menurut kita pantas kita terima. Tapi pada umumnya, kita tidak diajari untuk bersyukur.

Namun orang Kristen seharusnya menjadi orang yang paling bersyukur di bumi karena kita telah diberikan segalanya oleh Tuhan. Yakobus 1:17 mengingatkan kita bahwa setiap pemberian yang baik berasal dari Tuhan. Ini menyiratkan bahwa Tuhan selalu bertindak dalam kebaikan terhadap kita.

Tuhan tidak hanya memberi kita kehidupan dan napas, tetapi Dia juga menawarkan karunia hidup kekal secara cuma-cuma. Tuhan membuka jalan bagi kita untuk memiliki hubungan dengan-Nya melalui kematian dan kebangkitan Yesus. Itu saja sudah lebih dari cukup bagi kita untuk hidup dalam rasa syukur kepada Tuhan. 

Itulah sebabnya hati kita harus selalu bersyukur. 

Namun, kita sering mengeluh karena hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan kita. Kita menggerutu karena kita tidak memiliki hal-hal yang menurut kita pantas kita terima. Dan semakin banyak kita mengeluh, semakin hati kita menjadi kritis dan pahit.

Syukurlah, Mazmur 100 memberi kita penangkal untuk menggerutu dan mengeluh: rasa syukur. Bersyukur adalah kebiasaan rohani yang harus kita kembangkan dengan tekun melalui latihan terus menerus. Kita dapat berlatih dengan meluangkan waktu setiap hari untuk berbicara dengan Tuhan dan bersyukur atas semua yang telah Dia lakukan bagi kita. Kita juga dapat berlatih dengan memberi tahu orang lain betapa bersyukurnya kita untuk mereka.

Jadi, lain kali saat Anda ingin mengeluh atau menggerutu, luangkan waktu sejenak untuk memikirkan tentang kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidup Anda. Daripada mengeluh, ungkapkan betapa bersyukurnya Anda atas siapa Tuhan itu dan apa yang telah Dia berikan kepada Anda. Simpan daftar hal-hal yang Anda syukuri dan tambahkan sepanjang minggu. Perhatikan saat hati dan pikiran Anda mulai diubah oleh tindakan syukur yang sederhana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia