DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

PEMBENARAN DAN REKONSILIASI



 Pembenaran & Rekonsiliasi

Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa murka Allah benar-benar akan jatuh kepada manusia yang berdosa (Roma 5:8-10), tetapi mereka yang dibenarkan oleh darah Kristus akan diselamatkan dari hukuman yang mengerikan itu. Pembenaran berarti bahwa Bapa menerima kematian Anak-Nya sebagai pembayaran penuh atas dosa kita (Rom. 3: 23-26). Yesus adalah sang pengganti yang sesuai karena Dia adalah Sang Anak Domba Allah yang tidak berdosa.

Lebih jauh lagi, kita dinyatakan benar di mata Tuhan. Pikirkan pembenaran sebagai sebuah transaksi hukum di mana Yesus menempatkan semua kesalahan kita pada akun-Nya dan kemudian membayarnya lunas. Selanjutnya, Dia mengambil catatan kehidupan-Nya yang sempurna dan memindahkannya ke akun kita. Sekarang ketika Tuhan melihat kita, yang Dia lihat hanyalah kesempurnaan Kristus. Kita tidak lagi bersalah tetapi dinyatakan benar secara hukum, sekalipun jika kita tidak selalu bertindak demikian.

Sungguh sebuah hak istimewa yang mengagumkan untuk menjadi orang yang dibenarkan di mata Tuhan! Sekarang, ini tidak berarti bahwa orang percaya dapat pergi keluar dan melakukan apa pun yang mereka inginkan. Ingat, “Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar;karena itu, muliakanlah Allah dengan tubuhmu ”(1 Korintus 6:20). Kita adalah anak-anak Tuhan, tetapi jika kita mulai bertindak seperti anak-anak iblis, Bapa surgawi kita yang pengasih akan setia untuk menggunakan disiplin dan membawa kita kembali kepada akal sehat kita. Karunia kebajikan seharusnya memotivasi kita untuk menjalani kehidupan yang mencerminkan kedudukan kita yang tak bercela di hadapan Allah.

Ketika sebuah hubungan yang bercirikan pemisahan dan pengasingan berubah menjadi bercirikan penerimaan dan pemulihan, maka perubahan itu dikenal sebagai “rekonsiliasi.” Saat Adam dan Hawa tidak menaati Tuhan, hubungan antara Tuhan dan umat manusia rusak, tetapi Bapa mengambil inisiatif untuk membawa pemulihan dengan mengutus Anak-Nya ke dunia. Melalui darah di salib-Nya, Kristus memungkinkan rekonsiliasi ini dengan membangun perdamaian antara Allah dan manusia. Tidak hanya itu, Dia menyatakan bahwa kita tidak bercela di hadapan Bapa (Kol. 1:19-22). Semua penghalang telah dihapus, dan sebuah hubungan yang intim dengan Tuhan tersedia bagi setiap orang yang percaya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia