SAAT KITA TIDAK BERDAYA

"SAAT KITA TIDAK BERDAYA" "Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan" (Yohanes 11:4).  > Saat Yesus diberitahu oleh Maria dan Martha, bahwa Lazarus, saudaranya sakit, Ia mengatakan bahwa melalui penyakit itu kuasa Tuhan akan dinyatakan dan Anak Allah dipermuliakan.  > Namun, yang menarik dari pembacaan firman ini, dikatakan bahwa Yesus "sengaja" menunda kedatangan-Nya sampai akhirnya Lazarus mati!  > Tuhan tahu akan apa yang akan Ia kerjakan, Ia tahu bahwa pada akhirnya Lazarus akan mati. Ia mau menunjukan kuasa-Nya kepada para murid-Nya supaya mereka dapat belajar percaya!  (ayat 14-15).  >> Apakah yang firman Tuhan katakan saat kita mengalami penderitaan dan sudah tidak berdaya?  1. TUHAN  YESUS HADIR SAAT KITA TIDAK BERDAYA! > Yohanes 11:21,32 : "Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, s...

MENGAPA ENGKAU MENINGGALKAN AKU?



"Mengapa Engkau meninggalkan aku?

Bayangkan Anda sedang melihat Yesus terpaku di atas salib. Satu-satunya cara Dia bisa bernafas adalah dengan mendorong diri-Nya menggunakan paku di pergelangan tangan dan kaki-Nya.

Menjelang berakhirnya hari itu, Ia mengerahkan sisa kekuatan-Nya untuk bangkit kembali sehingga Ia dapat berseru: "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"

Jika kita jujur dengan diri kita sendiri, mungkin kita semua telah mengalami saat-saat di mana kita mempertanyakan Tuhan, "Di mana Engkau dalam hal ini? Mengapa Engkau meninggalkan aku?"

Bagaimana seharusnya tanggapan kita saat berada dalam situasi di mana kita merasa kesepian, khawatir, atau tersisihkan?

Kata-kata Yesus sebenarnya diambil dari Mazmur 22---ratapan nubuatan yang ditulis oleh Raja Daud. Dalam banyak hal, Mazmur ini adalah tentang Yesus, tetapi juga memberi kita tiga langkah tindakan yang dapat kita ikuti di saat kita merasa sendirian:

1. Jujurlah kepada Tuhan tentang apa yang Anda rasakan.

Hubungan diawali dengan keterbukaan. Jadi jika Anda merasa ditinggalkan oleh Tuhan, beritahu Dia. Bertanyalah kepada Tuhan, dan siapkan hati Anda untuk mendengar jawaban-Nya.

2. Tetap memuji Tuhan.

Perasaan kita tidak akan mengubah fakta bahwa Tuhan layak disembah. Bahkan, seringkali melalui penyembahan kita menemukan penyembuh untuk kekhawatiran kita. Saat fokus kita beralih pada kekekalan Tuhan, sudut pandang kita akan berubah---meskipun situasi kita tidak.

3. Ingatkan Tuhan akan janji-Nya.

Sepanjang Mazmur 22, Daud pada dasarnya berkata pada Tuhan, "Saya tahu siapa Engkau. Dan karena Engkau memiliki karakter yang sejati, maka bebaskan saya seperti Engkau telah membebaskan umat-Mu." Mengingatkan Tuhan akan janji-Nya bukan hanya tindakan iman, tetapi juga membantu kita mengingat kesetiaan dari karakter Tuhan.

Pada akhirnya, penyaliban Yesus adalah wujud nyata kesetiaan Tuhan. Yesus bersedia menderita sendirian di kayu salib agar kita dapat mengalami persahabatan kekal bersama Tuhan. Yesus adalah penggenapan nubuat dari Mazmur 22. Dan, karena Dia telah menanggung perpisahan dari Allah, kita tidak perlu melakukannya.

Luangkan waktu untuk merenungkan pengorbanan luar biasa Yesus bagi Anda.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT