HATI

HATI Apapun yang disembunyikan oleh hati, pasti akan terlihat oleh sikap. Amsal 27:19 Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu. Shalom Manusia adalah makhluk yang pandai memakai topeng, mereka bisa tersenyum bahkan disaat hatinya sedang terluka, mereka bisa berkata tidak mengapa padahal hati sedang terluka, di era modern ini menyembunyikan isi hati jadi semakin mudah melalui layar medsos atau formalitas komunikasi. Matius 7:16-17 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Apapun yang disembunyikan oleh hati lambat laun pasti akan terlihat oleh sikap, sikap tubuh, nada bicara, cara merespon masalah dan tindakan spontan kita adalah "buah" yang menyingkapkan apa yang sebenarnya sedang terjadi didalam ruang hati kita. Lukas ...

AKU DAN ALLAHKU



Aku dan Tuhanku

1 Timotius 1:12-14 TB

[12] Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku – [13]  aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. [14] Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 

Dengan siapa kita bergaul karib, dengan orang itulah masa depan kita turut terbentuk.

Hubungan yang paling memengaruhi bagaimana kita mengerti dan melakukan pelayanan adalah hubungan kita dengan Tuhan.

Tuhan itu kasih dan melayani adalah ekspresi dari kasih. Kita tidak mampu mengasihi kalau tidak mengalami kasih sejati di hidup kita. Tanpa kasih yang adalah motivasi atau “bensin” utamanya, pelayanan hanya akan menjadi pencitraan dan akhirnya padam sendiri; terkubur oleh berbagai alasan mengapa kita “tidak lagi bisa” melayani–di mana pun itu, baik di gereja maupun di rumah kita; di kantor maupun di pertemanan kita.

Tapi kalau kita punya hubungan dekat dengan Tuhan; kita banyak menghabiskan waktu bersama Dia dan meyakini penuh kasih Tuhan terhadap kita–maka pelayanan itu menjadi seperti buah manis yang dihasilkan.

Tanpa terpaksa sedikit pun, pelayanan menjadi ekspresi cinta kita kepada Tuhan, yang lebih dulu mengasihi kita. Hati kita bersukacita ketika memberi. Di segala musim, kita tidak menyerah tapi malah menjadi semakin kuat karena bersandar kepada Tuhan.

Tercermin dalam pelayanan Rasul Paulus–yang hidup dan matinya dia dedikasikan untuk Tuhan. Rasul Paulus tidak hidup dalam “aku dan duniaku” tetapi hidup dalam realitas “aku dan Tuhanku”; dia persembahkan hidupnya untuk melayani agenda Tuhan.

Jika Anda mau hidup untuk melayani agenda Tuhan, mari tinggallah didalam Tuhan menikmati hadirat-Nya dan kasih-Nya akan terus memenuhi hidup kita dan melayani menjadi penuh sukacita amin

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia