KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

MENGALAMI HADIRAT TUHAN



Mengalami Hadirat Tuhan yang Dinyatakan

Yohanes 14:21 TB
[21] Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” 

Sambil kita menyimpulkan minggu kedua kita dari rencana bacaan ini, mari kita berfokus untuk mengalami hadirat Tuhan yang dinyatakan.

Ketika kita menginginkan hadirat Tuhan lebih dari apapun, lebih dari rumah baru, kenaikan jabatan, hormat, atau mobil baru, Dia akan muncul di semua tempat dimana kita mencari-Nya.

Kita telah diperintahkan untuk menjalankan hadirat Tuhan. Ini sudah menjadi kedisiplinan yang hilang dalam gereja masa kini. Banyak orang bahkan tidak tahu cara melakukan hadirat Tuhan karena bahkan mereka tidak tahu apa itu. Dalam tata cara ibadah bersama kita, kita menjadi begitu terkontrol dengan masuk dan keluar dalam waktu tertentu sampai kita tidak menyediakan ruangan bagi Tuhan untuk menyatakan hadirat-Nya di antara kita. Tuhan tidak datang mengikuti cara kita.

Mari kita kembali ke Yohanes 14:21. Dalam ayat ini, Yesus menyatakan bahwa barang siapa yang mengasihi Dia akan dikasihi oleh Bapa dan Dia (Yesus) akan menyatakan Dirinya kepada mereka!

Dalam Keluaran 33:1-3 dan 12-16, Tuhan memberikan Musa perintah untuk memimpin bangsa Israel. Ketika Musa tidak menyanggupi tantangan itu dan bertanya kepada Tuhan, Tuhan berkata Dia akan mengutus hadirat-Nya untuk memimpin mereka. Meski hadirat Tuhan di dalam Perjanjian Lama adalah tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari, kini Dia menyatakan hadirat-Nya secara berbeda. Lewat pengorbanan Yesus dan Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita, kini Dia dapat menyatakan Dirinya lewat diri kita.

Kita sangat membutuhkan hadirat Tuhan yang nyata. Jika segala yang kita miliki adalah janji-janji, kita pasti melewatkan hal yang terpenting. Kita haruslah tidak puas untuk hidup sehari saja tanpa hadirat nyata daripada Tuhan. Kita harusnya tidak merasa puas dengan ibadah gereja, pertemuan doa, atau pelayanan lainnya tanpa hadirat nyata daripada Tuhan. Hadirat-Nya yang membuat berbeda. Yesus berkata jika kita mengasihi-Nya dan menuruti perintah-perintah-Nya, Dia akan menyatakan Dirinya kepada kita. Kita diciptakan untuk ini.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia