KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

MENAMBAH KASIHKU KEPADA TUHAN

 


Menambah Kasihku kepada Tuhan

Dalam Lukas 10:25-37, Yesus menangani dua masalah. Dia tidak hanya menggantungkan setiap perintah dan nubuatan kepada dua hal, Engkau harus mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, dan segenap kekuatanmu, dan segenap pikiranmu; dan sesamamu seperti dirimu sendiri, namun Ia juga mengikatkan kasih kepada Tuhan dan kepada manusia bersama-sama. Yesus menunjukkan kepada sang penanya apa yang dimaksud oleh Alkitab kepada kita selama ini: semakin kita mengasihi Tuhan, semakin kita mengasihi manusia. Semakin kita menunjukkan belas kasih kepada manusia, semakin kita menunjukkan seberapa besar kita mengasihi Tuhan. Kita tidak pernah bisa dipenuhi dengan Roh Kudus dan gagal untuk berjalan di dalam kasih.

Jika kita membenci manusia karena ras mereka, etnis mereka, dan apa yang mereka sudah perbuat kepada kita, atau apa yang mereka sudah ucapkan tentang kita, Alkitab berkata kepada kita bahwa kita adalah seorang pembunuh. Kita tahu bahwa pembunuh tidak mendapat tempat di dalam Kerajaan Allah. Jika kita berjalan di dalam Roh Kudus, kita harus berjalan di dalam kasih. Ingat, seluruh perintah bergantung kepada kasih.

Mari kita lihat 1 Yohanes 2:15-17, yang kita baca lebih awal dalam rencana bacaan ini. Bacaan ini berbicara tentang orang yang mengasihi Tuhan dan orang yang mengasihi dunia. Perhatikan ada dua kelompok berbeda. Ayat ini menjelaskan bahwa barangsiapa mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya tidak mempunyai kasih Bapa di dalam diri mereka.

Terakhir, Yohanes 14:21 ditulis untuk menunjukkan kepada kita bagaimana menunjukkan kasih kita kepada Tuhan – dengan melakukan perintah-perintah-Nya. Saat kita melakukan perintah-perintah-Nya, kita mempertunjukkan kepada Dia bahwa kita menghormati, takut, dan terutama mengasihi-Nya.

Meskipun ibadah itu penting, mengasihi Tuhan lebih penting daripada menyembah nama-Nya pada hari Minggu pagi. Kita harus mengikuti perintah-Nya, kita harus mengasihi segala yang Dia kasihi, dan kita harus menunjukkan kasih kepada satu sama lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia