HATI YANG KERAS

HATI YANG KERAS Ketika hati dan pikiran sudah tertutup oleh persepsi negatif, penjelasan sebaik apapun tak akan pernah cukup untuk mengubah sudut pandangnya. Matius 13:15a Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar,dan matanya melekat tertutup. shalom Pernahkah kita mencoba menjelaskan kebenaran kepada seseorang yang sudah terlanjur kecewa, marah atau curiga pada kita, betapapun logisnya argumen serta bukti yang kita berikan, tetap saja tidak pernah cukup buat orang model ini. Matius 13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar dan matanya melekat tertutup supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Orang yang hatinya telah menebal hidupnya tertutup, tidak lagi mau mendengarkan untuk memahami, bahkan hatinya penuh dengan kemarahan dan kebencian, orang tipe begini sangat sulit bertobat dan dipulihkan. 1 Korintus 2:14 Te...

DAPAT MELEPASKAN KEMARAHAN DAN RASA TERSINGGUNG



Bagaimana Kita Dapat Melepaskan Kemarahan dan Rasa Tersinggung?

 Lukas 22:31-34 TB

[31] Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, [32] tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” [33] Jawab Petrus: ”Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!” [34] Tetapi Yesus berkata: ”Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.”

Banyak dari kita yang membawa rasa tersinggung seperti aksesoris, bahkan tanpa menyadari bahwa rasa tersinggung itu membebani kita. Jadi bagaimana cara kita melepaskan amarah, rasa tersinggung atau frustrasi kita dengan cara yang sehat? 

  1. Turunkan harapan Anda kepada orang lain. 
  2. Tingkatkan rasa syukur Anda atas anugerah Tuhan. 

Terdengar sederhana, tetapi ini tidak mudah. Mari selidiki dua hal tersebut sedikit lagi. 

Yesus tidak pernah terkejut karena dosa, tapi kita sering kali begitu. Kita cenderung menunjuk orang lain, menghakimi, dan marah, tetapi Yesus cukup datang, mendengarkan dengan baik, dan menawarkan kebenaran dan anugerah. 

Ketika Yesus mendekati akhir hidup-Nya, Dia tahu bahwa Petrus akan menyangkal Dia tiga kali di waktu yang berbeda. Petrus menolak untuk percaya akan hal ini, dia berkata bahwa dia tidak akan pernah menyangkal Yesus. Tetapi Yesus, yang sungguh tahu bahwa pengkhianatan akan datang, memberikan petunjuk indah ini kepada Petrus: 

“… tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu..” Lukas 22:32 PBTB2

Yesus tidak terkejut oleh tindakan Petrus atau tersinggung karena penderitaan yang mereka sebabkan padanya. Alih-alih, Dia membawanya masuk ke dalam hal yang besar setelah pertobatannya. 

Kita dapat memilih untuk memberi orang lain pemberian yang sama. Ketika seseorang menyakiti atau berbuat kesalahan pada kita, kita mudah untuk tersinggung. Tetapi seberapa jauh lebih baik jika kita memberikan anugerah?  

Kita melihat contoh lain tentang ini dengan wanita yang ketahuan berzina dalam Yohanes pasal delapan. Para pemimpin agama ingin melempari dia dengan batu, tetapi Yesus menawarkan belas kasihan. Dia menyuruh siapa pun yang tanpa dosa untuk melemparkan batu pertama, dan perlahan, semua orang pergi kecuali Dia. 

Sering kali, kita berpikir bahwa berpegang pada rasa tersinggung memberi kita kekuatan. Kita senang ada di posisi untuk melempar batu, melontarkan hinaan, atau memiliki pendapat yang benar sendiri. Tetapi kebenarannya adalah, seperti wanita itu, kita semua sangat membutuhkan kasih karunia. 

Hanya karena anugerah kita diselamatkan, jadi masuk akal jika kita harus membagikan belas kasihan yang sama kepada orang yang telah berbuat salah kepada kita. 

Kita punya pilihan. Kita dapat terus berpegangan pada rasa tersinggung yang membuat kita tetap pahit dan menyandera orang lain. Atau kita dapat memilih untuk meletakkannya, mengingat kasih karunia, dan menemukan kebebasan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia