MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

BERTUMBUH DAN BERBUAH



 Bertumbuh dan Berbuah

2 Petrus 3:18 TB

[18] Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Dalam pergaulan kita di kalangan orang yang mengaku percaya, kita melihat ada orang Kristen yang tampak begitu dewasa dan ada pula yang seakan-akan tidak pernah bertumbuh? Orang yang bertumbuh dengan baik itu memegang tanggung jawab dalam jemaat, mendukung komunitas Kristen, dan membantu orang lain bertumbuh, sedangkan beberapa orang lain terus-menerus bergumul dengan masalah pribadi yang itu-itu juga? Mengapa ada orang yang bertumbuh dewasa dan menjadi pelayan dalam jemaat, sedangkan yang lain tetap kekanak-kanakan? 

Orang Kristen tidak bertumbuh karena mereka tidak ingin bertumbuh atau mereka tidak tahu bagaimana bertumbuh. Aneh bukan? Orang menjadi Kristen tetapi tidak mau bertumbuh, padahal bertumbuh adalah konsekuensi logis dari keputusan yang telah diambil. Orang percaya adalah murid yang harus terus dimuridkan. Jika tidak ada masalah yang mendasar, orang Kristen semestinya merindukan pertumbuhan dalam hubungan mereka dengan Allah. Masalah mendasar itu adalah apakah benar-benar ia percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi.Orang hidup saat ini begitu memperhatikan kebugaran fisiknya; dan orang yang hidup rohani akan memerhatikan kebugaran rohaninya. Hanya orang mati rohani sajalah yang tidak peduli akan kebugarannya. 

Bapa memanggil kita untuk “berbuah banyak” (Yoh. 15:8). Dengan kata lain, Allah tidak menyelamatkan kita sekadar supaya kita selamat; Ia menyelamatkan kita agar kita menghasilkan buah dalam pengabdian kita di dunia ini. Kita dipanggil bukan untuk sekadar selamat, melainkan dengan suatu misi: menjadi wakil Allah dan menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya. 

Namun, buah itu akan nyata seiring dengan pertumbuhan rohani kita. Kita tidak akan menghasilkan banyak hal yang bermakna kekal bila kita tidak dewasa secara rohani. Kita akan kehilangan kesempatan untuk menjadi terang di dunia apabila kita terlalu sibuk bergumul dalam permasalahan yang sama berulang-ulang tiap waktu. Kita tidak akan naik kelas yang lebih tinggi karena kita tidak pernah lulus ujian iman yang mendewasakan kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR