MENANG MENGATASI PENDERITAAN

"MENANG MENGATASI PENDERITAAN!" "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis" (Wahyu 2:9). > Jemaat di Smirna adalah jemaat yang mengalami tekanan, penderitaan, dan penganiayaan. Namun Tuhan Yesus tidak menegur mereka, melainkan menguatkan dan memberi janji kemenangan. >> Bagaimana kita dapat menang mengatasi penderitaan? 1. JANGAN TAKUT AKAN PENDERITAAN! > Wahyu 2:10 : "JANGAN TAKUT TERHADAP APA YANG HARUS ENGKAU DERITA...". > Penderitaan sering membuat manusia takut : "takut kehilangan", "takut ditolak", "takut masa depan", "takut menghadapi tekanan". > Tetapi Tuhan ingin kita "tetap percaya". Ketika Tuhan mengizinkan ujian terjadi, Dia juga menyertai dan memberi kekuatan. > Yesaya 41:10 : "janganlah takut, sebab Aku menye...

BERTUMBUH DAN BERBUAH



 Bertumbuh dan Berbuah

2 Petrus 3:18 TB

[18] Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Dalam pergaulan kita di kalangan orang yang mengaku percaya, kita melihat ada orang Kristen yang tampak begitu dewasa dan ada pula yang seakan-akan tidak pernah bertumbuh? Orang yang bertumbuh dengan baik itu memegang tanggung jawab dalam jemaat, mendukung komunitas Kristen, dan membantu orang lain bertumbuh, sedangkan beberapa orang lain terus-menerus bergumul dengan masalah pribadi yang itu-itu juga? Mengapa ada orang yang bertumbuh dewasa dan menjadi pelayan dalam jemaat, sedangkan yang lain tetap kekanak-kanakan? 

Orang Kristen tidak bertumbuh karena mereka tidak ingin bertumbuh atau mereka tidak tahu bagaimana bertumbuh. Aneh bukan? Orang menjadi Kristen tetapi tidak mau bertumbuh, padahal bertumbuh adalah konsekuensi logis dari keputusan yang telah diambil. Orang percaya adalah murid yang harus terus dimuridkan. Jika tidak ada masalah yang mendasar, orang Kristen semestinya merindukan pertumbuhan dalam hubungan mereka dengan Allah. Masalah mendasar itu adalah apakah benar-benar ia percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi.Orang hidup saat ini begitu memperhatikan kebugaran fisiknya; dan orang yang hidup rohani akan memerhatikan kebugaran rohaninya. Hanya orang mati rohani sajalah yang tidak peduli akan kebugarannya. 

Bapa memanggil kita untuk “berbuah banyak” (Yoh. 15:8). Dengan kata lain, Allah tidak menyelamatkan kita sekadar supaya kita selamat; Ia menyelamatkan kita agar kita menghasilkan buah dalam pengabdian kita di dunia ini. Kita dipanggil bukan untuk sekadar selamat, melainkan dengan suatu misi: menjadi wakil Allah dan menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya. 

Namun, buah itu akan nyata seiring dengan pertumbuhan rohani kita. Kita tidak akan menghasilkan banyak hal yang bermakna kekal bila kita tidak dewasa secara rohani. Kita akan kehilangan kesempatan untuk menjadi terang di dunia apabila kita terlalu sibuk bergumul dalam permasalahan yang sama berulang-ulang tiap waktu. Kita tidak akan naik kelas yang lebih tinggi karena kita tidak pernah lulus ujian iman yang mendewasakan kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA