KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

BERTUMBUH DAN BERBUAH



 Bertumbuh dan Berbuah

2 Petrus 3:18 TB

[18] Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Dalam pergaulan kita di kalangan orang yang mengaku percaya, kita melihat ada orang Kristen yang tampak begitu dewasa dan ada pula yang seakan-akan tidak pernah bertumbuh? Orang yang bertumbuh dengan baik itu memegang tanggung jawab dalam jemaat, mendukung komunitas Kristen, dan membantu orang lain bertumbuh, sedangkan beberapa orang lain terus-menerus bergumul dengan masalah pribadi yang itu-itu juga? Mengapa ada orang yang bertumbuh dewasa dan menjadi pelayan dalam jemaat, sedangkan yang lain tetap kekanak-kanakan? 

Orang Kristen tidak bertumbuh karena mereka tidak ingin bertumbuh atau mereka tidak tahu bagaimana bertumbuh. Aneh bukan? Orang menjadi Kristen tetapi tidak mau bertumbuh, padahal bertumbuh adalah konsekuensi logis dari keputusan yang telah diambil. Orang percaya adalah murid yang harus terus dimuridkan. Jika tidak ada masalah yang mendasar, orang Kristen semestinya merindukan pertumbuhan dalam hubungan mereka dengan Allah. Masalah mendasar itu adalah apakah benar-benar ia percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi.Orang hidup saat ini begitu memperhatikan kebugaran fisiknya; dan orang yang hidup rohani akan memerhatikan kebugaran rohaninya. Hanya orang mati rohani sajalah yang tidak peduli akan kebugarannya. 

Bapa memanggil kita untuk “berbuah banyak” (Yoh. 15:8). Dengan kata lain, Allah tidak menyelamatkan kita sekadar supaya kita selamat; Ia menyelamatkan kita agar kita menghasilkan buah dalam pengabdian kita di dunia ini. Kita dipanggil bukan untuk sekadar selamat, melainkan dengan suatu misi: menjadi wakil Allah dan menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya. 

Namun, buah itu akan nyata seiring dengan pertumbuhan rohani kita. Kita tidak akan menghasilkan banyak hal yang bermakna kekal bila kita tidak dewasa secara rohani. Kita akan kehilangan kesempatan untuk menjadi terang di dunia apabila kita terlalu sibuk bergumul dalam permasalahan yang sama berulang-ulang tiap waktu. Kita tidak akan naik kelas yang lebih tinggi karena kita tidak pernah lulus ujian iman yang mendewasakan kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia