SAAT KITA TIDAK BERDAYA

"SAAT KITA TIDAK BERDAYA" "Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan" (Yohanes 11:4).  > Saat Yesus diberitahu oleh Maria dan Martha, bahwa Lazarus, saudaranya sakit, Ia mengatakan bahwa melalui penyakit itu kuasa Tuhan akan dinyatakan dan Anak Allah dipermuliakan.  > Namun, yang menarik dari pembacaan firman ini, dikatakan bahwa Yesus "sengaja" menunda kedatangan-Nya sampai akhirnya Lazarus mati!  > Tuhan tahu akan apa yang akan Ia kerjakan, Ia tahu bahwa pada akhirnya Lazarus akan mati. Ia mau menunjukan kuasa-Nya kepada para murid-Nya supaya mereka dapat belajar percaya!  (ayat 14-15).  >> Apakah yang firman Tuhan katakan saat kita mengalami penderitaan dan sudah tidak berdaya?  1. TUHAN  YESUS HADIR SAAT KITA TIDAK BERDAYA! > Yohanes 11:21,32 : "Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, s...

BERSEKUTU TIAP HARI



 Bersekutu Tiap Hari

Yohanes 6:48 TB

[48] Akulah roti hidup. 

Yesus menyatakan dalam Yohanes 6:48, bahwa diri-Nya adalah roti hidup. Roti kala itu termasuk dalam makanan pokok. Karenanya kita bisa mengumpamakan orang yang sedang makan roti hidup tersebut sebagai orang percaya yang bersekutu dengan-Nya. Gambaran yang disampaikan Tuhan itu tampak sederhana, tetapi makna di balik kata-kata itu sangatlah dalam. 

Apakah yang terjadi sewaktu kita makan roti ataupun makanan pokok lainnya? Makanan yang masuk melalui mulut kita itu akan dicerna dalam lambung dengan menggunakan berbagai enzim dan sari-sarinya akan diserap usus ke dalam sel-sel tubuh kita. Lalu, sari-sari makanan itu akan diubah menjadi energi yang menjadi kekuatan bagi kita untuk bergerak dan beraktivitas. Demikian juga dengan persekutuan kita bersama Yesus. Saat kita percaya, Yesus tinggal di dalam diri kita dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Dia memberikan kehidupan rohani bagi kita, yang memungkinkan kita untuk melakukan kehendak Bapa. 

Kunci untuk tetap mendapatkan energi dan kekuatan yang cukup untuk beraktivitas adalah makan secara teratur, setidaknya tiga kali sehari. Bahkan, jujur kita selalu memiliki waktu untuk makan. Tidak ada orang yang secara sengaja tidak memiliki waktu untuk makan. Demikian juga sebenarnya dengan persekutuan kita dengan Tuhan. Jika kita menginginkan rohani yang kuat, kita tidak bisa mengabaikan saat persekutuan dengan Tuhan. Persekutuan dengan Tuhan tersebut perlu kita lakukan secara konsisten. Untuk tetap kuat, kita tidak bisa bersekutu seminggu sekali atau setahun sekali, sama seperti kita tidak bisa hanya makan seminggu sekali, apalagi setahun sekali. Persekutuan dengan Tuhan harus berlangsung setiap hari, hari demi hari.

Persekutuan dengan Tuhan itu sebenarnya tidak melulu menyediakan waktu khusus bersama Tuhan dan menikmati hadirat-Nya. Kita bisa tetap berkomunikasi, membangun kontak dan hubungan dengan Tuhan sambil bekerja, sambil berkendara, saat di pasar, saat antre, bahkan saat sakit sekalipun. Puji Tuhan, bahwa kita memiliki Tuhan yang bisa dihubungi kapan pun dan dalam kondisi bagaimana pun. Dia Tuhan yang memang rindu bersekutu dengan kita, anak-anak-Nya.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT