HATI YANG KERAS

HATI YANG KERAS Ketika hati dan pikiran sudah tertutup oleh persepsi negatif, penjelasan sebaik apapun tak akan pernah cukup untuk mengubah sudut pandangnya. Matius 13:15a Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar,dan matanya melekat tertutup. shalom Pernahkah kita mencoba menjelaskan kebenaran kepada seseorang yang sudah terlanjur kecewa, marah atau curiga pada kita, betapapun logisnya argumen serta bukti yang kita berikan, tetap saja tidak pernah cukup buat orang model ini. Matius 13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal,dan telinganya berat mendengar dan matanya melekat tertutup supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Orang yang hatinya telah menebal hidupnya tertutup, tidak lagi mau mendengarkan untuk memahami, bahkan hatinya penuh dengan kemarahan dan kebencian, orang tipe begini sangat sulit bertobat dan dipulihkan. 1 Korintus 2:14 Te...

BERSEKUTU TIAP HARI



 Bersekutu Tiap Hari

Yohanes 6:48 TB

[48] Akulah roti hidup. 

Yesus menyatakan dalam Yohanes 6:48, bahwa diri-Nya adalah roti hidup. Roti kala itu termasuk dalam makanan pokok. Karenanya kita bisa mengumpamakan orang yang sedang makan roti hidup tersebut sebagai orang percaya yang bersekutu dengan-Nya. Gambaran yang disampaikan Tuhan itu tampak sederhana, tetapi makna di balik kata-kata itu sangatlah dalam. 

Apakah yang terjadi sewaktu kita makan roti ataupun makanan pokok lainnya? Makanan yang masuk melalui mulut kita itu akan dicerna dalam lambung dengan menggunakan berbagai enzim dan sari-sarinya akan diserap usus ke dalam sel-sel tubuh kita. Lalu, sari-sari makanan itu akan diubah menjadi energi yang menjadi kekuatan bagi kita untuk bergerak dan beraktivitas. Demikian juga dengan persekutuan kita bersama Yesus. Saat kita percaya, Yesus tinggal di dalam diri kita dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Dia memberikan kehidupan rohani bagi kita, yang memungkinkan kita untuk melakukan kehendak Bapa. 

Kunci untuk tetap mendapatkan energi dan kekuatan yang cukup untuk beraktivitas adalah makan secara teratur, setidaknya tiga kali sehari. Bahkan, jujur kita selalu memiliki waktu untuk makan. Tidak ada orang yang secara sengaja tidak memiliki waktu untuk makan. Demikian juga sebenarnya dengan persekutuan kita dengan Tuhan. Jika kita menginginkan rohani yang kuat, kita tidak bisa mengabaikan saat persekutuan dengan Tuhan. Persekutuan dengan Tuhan tersebut perlu kita lakukan secara konsisten. Untuk tetap kuat, kita tidak bisa bersekutu seminggu sekali atau setahun sekali, sama seperti kita tidak bisa hanya makan seminggu sekali, apalagi setahun sekali. Persekutuan dengan Tuhan harus berlangsung setiap hari, hari demi hari.

Persekutuan dengan Tuhan itu sebenarnya tidak melulu menyediakan waktu khusus bersama Tuhan dan menikmati hadirat-Nya. Kita bisa tetap berkomunikasi, membangun kontak dan hubungan dengan Tuhan sambil bekerja, sambil berkendara, saat di pasar, saat antre, bahkan saat sakit sekalipun. Puji Tuhan, bahwa kita memiliki Tuhan yang bisa dihubungi kapan pun dan dalam kondisi bagaimana pun. Dia Tuhan yang memang rindu bersekutu dengan kita, anak-anak-Nya.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia