KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

TIPU DAYA

 


Tipu Daya

Galatia 6:7-8 TB
[7] Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. [8] Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. 

Hal selanjutnya yang harus kita singkirkan dari diri kita untuk menjalani hidup melimpah yang dipenuhi dengan Roh Kudus adalah tipu daya musuh.

Dalam Yohanes 8:44, disebut bahwa iblis adalah pendusta. Bukan sekadar pendusta – ia disebut sebagai bapa segala dusta. Ini adalah sebuah julukan khusus dan tentunya tidak diberikan kepada pendusta biasa-biasa saja. Musuh kita adalah ahli tipu daya. Menyadari hal ini akan memicu kita untuk mengambil tindakan berlindung dari segala tipu daya yang ia bawa ke dalam dunia.

Dalam Galatia 6:7-8, Paulus menyuruh jemaat untuk tidak tertipu. Bahkan zaman dahulu, dan terutama sekarang, musuh sedang bekerja untuk memutar balikkan Firman Tuhan, membuat bingung Anak-anak-Nya, dan mengaburkan moralitas. Kita tidak bisa membiarkan diri kita menjadi korban dari tipu dayanya.

Sebaliknya, kita perlu membuat diri kita mengakar di dalam kebenaran Firman Tuhan. Ketika kita melakukannya, kita jadi berkurang kerentanannya terhadap tipu daya musuh dan dapat terus berjalan di dalam kehendak Tuhan tanpa goyah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia