MENANG MENGATASI PENDERITAAN

"MENANG MENGATASI PENDERITAAN!" "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis" (Wahyu 2:9). > Jemaat di Smirna adalah jemaat yang mengalami tekanan, penderitaan, dan penganiayaan. Namun Tuhan Yesus tidak menegur mereka, melainkan menguatkan dan memberi janji kemenangan. >> Bagaimana kita dapat menang mengatasi penderitaan? 1. JANGAN TAKUT AKAN PENDERITAAN! > Wahyu 2:10 : "JANGAN TAKUT TERHADAP APA YANG HARUS ENGKAU DERITA...". > Penderitaan sering membuat manusia takut : "takut kehilangan", "takut ditolak", "takut masa depan", "takut menghadapi tekanan". > Tetapi Tuhan ingin kita "tetap percaya". Ketika Tuhan mengizinkan ujian terjadi, Dia juga menyertai dan memberi kekuatan. > Yesaya 41:10 : "janganlah takut, sebab Aku menye...

SIKAP TIDAK MENGAMPUNI

 


Sikap Tidak Mengampuni

Matius 6:14-15 TB
[14]  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. [15] Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”  

Sikap tidak mengampuni itu jahat. Hal ini menghancurkan secara rohani, emosi, dan jasmani. Ia hanya mengambil dan mengambil, dan tidak memberi balasan apapun. Lebih lagi, kita melihat dari kitab suci bahwa pengampunan kita dari Tuhan bergantung pada pengampunan kita akan orang lain. Kekekalan, secara harfiah surga dan neraka bergantung dari kesediaan kita untuk mengampuni. Takdir dari jiwa kita bersandar dari keputusan kita untuk mengampuni, atau tidak mengampuni, satu sama lain.

Matius 6:14-15 menjadikan prinsip ini sangat jelas. Ketika kita mengampuni saudara saudari kita yang bersalah kepada diri kita, Tuhan akan mengampuni kita. Tapi ketika kita tidak mengampuni, Tuhan tidak akan mengampuni kita.

Efesus 4:32 lanjut berkata bahwa kita perlu menunjukkan pengampunan yang Kristus Tuhan telah tunjukkan kepada kita. Kita perlu menunjukkan belas kasih kepada saudara saudari kita. Bagaimana tidak? Kita tidak layak mendapatkan pengampunan yang Tuhan berikan kepada kita. Bagaimana kita dapat berkata bahwa orang lain tidak layak mendapatkan pengampunan kita?

Pahami ini: kita tidak mengampuni orang lain untuk mereka. Kita mengampuni mereka untuk diri kita sendiri. Keengganan untuk mengampuni seseorang tidak membuat mereka terikat. Hal itu justru mengekang diri kita. Ada kebebasan yang muncul saat kita mengampuni. Sambil kita berdoa hari ini, rantai itu akan terlepas dari kita. Bahkan jika orang tidak mengampuni kita, tidak masalah. Kita akan bebas. Kita akan dijadikan benar oleh Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA