MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

SIKAP TIDAK MENGAMPUNI

 


Sikap Tidak Mengampuni

Matius 6:14-15 TB
[14]  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. [15] Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”  

Sikap tidak mengampuni itu jahat. Hal ini menghancurkan secara rohani, emosi, dan jasmani. Ia hanya mengambil dan mengambil, dan tidak memberi balasan apapun. Lebih lagi, kita melihat dari kitab suci bahwa pengampunan kita dari Tuhan bergantung pada pengampunan kita akan orang lain. Kekekalan, secara harfiah surga dan neraka bergantung dari kesediaan kita untuk mengampuni. Takdir dari jiwa kita bersandar dari keputusan kita untuk mengampuni, atau tidak mengampuni, satu sama lain.

Matius 6:14-15 menjadikan prinsip ini sangat jelas. Ketika kita mengampuni saudara saudari kita yang bersalah kepada diri kita, Tuhan akan mengampuni kita. Tapi ketika kita tidak mengampuni, Tuhan tidak akan mengampuni kita.

Efesus 4:32 lanjut berkata bahwa kita perlu menunjukkan pengampunan yang Kristus Tuhan telah tunjukkan kepada kita. Kita perlu menunjukkan belas kasih kepada saudara saudari kita. Bagaimana tidak? Kita tidak layak mendapatkan pengampunan yang Tuhan berikan kepada kita. Bagaimana kita dapat berkata bahwa orang lain tidak layak mendapatkan pengampunan kita?

Pahami ini: kita tidak mengampuni orang lain untuk mereka. Kita mengampuni mereka untuk diri kita sendiri. Keengganan untuk mengampuni seseorang tidak membuat mereka terikat. Hal itu justru mengekang diri kita. Ada kebebasan yang muncul saat kita mengampuni. Sambil kita berdoa hari ini, rantai itu akan terlepas dari kita. Bahkan jika orang tidak mengampuni kita, tidak masalah. Kita akan bebas. Kita akan dijadikan benar oleh Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR