DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

KESOMBONGAN

 


Kesombongan


Yakobus 4:6-8 TB
[6]  Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” [7] Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! [8] Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! 

Kita sudah berhasil mencapai hari kelima untuk mengosongkan diri. Ini tidaklah mudah!

Berapa kali Tuhan meminta kita untuk melakukan sesuatu, dan kita belum melakukannya, atau kita baru setengah jalan? Inilah kesombongan. Ini seperti kita berkata, "Akulah Tuhan, dan aku tahu yang terbaik bagiku dalam situasi ini."

Kesombongan merajalela di dunia masa kini. Kesombongan akan prestasi sendiri, kesombongan akan penghasilan, kesombongan atas keahlian, kesombongan atas keluarga, dan banyak lagi. Kesombongan ini menjauhkan kita dari Tuhan dan membuat kita fokus pada diri sendiri dan apa yang bisa kita capai.

Dalam Yakobus 4:6-8, Yakobus menyatakan bahwa Tuhan menentang orang sombong dan mengasihi orang yang rendah hati. Kita perlu merendahkan diri kita di hadapan Tuhan untuk mendapatkan kasih-Nya. Ketika kita menyadari bahwa semua yang kita miliki dan segala yang kita capai adalah berkat dari Tuhan, kita tidak menyediakan ruangan untuk kesombongan.

Amsal 16:18 menambahkan bahaya dari kesombongan dengan mengatakan bahwa itu adalah awal dari kehancuran. Kesombongan mengarah pada kehancuran! Jika kita tahu bahwa ini benar, mengapa kita terus berlaku sombong atas hal-hal tidak penting dalam hidup kita?

Untuk menjalani hidup yang berkelimpahan, kita harus menghilangkan kesombongan dari diri kita. Jika kita ingin dipenuhi Roh Kudus, tidak ada ruangan untuknya. Berdoalah dan mintalah Tuhan untuk menunjukkan kesombongan yang tersembunyi dalam hidup Anda supaya Anda dapat lebih mengikuti Dia.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia