DIAM

DIAM Diam lebih baik daripada drama yang tidak perlu. Amsal 17:28 Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya. shalom Kita hidup di zaman dimana semua orang harus bersuara, berkomentar, dan membela diri, ketika ada kesalahpahaman atau konflik dunia mengajarkan kita untuk membalas, membuat panggung dan menciptakan drama agar semua orang tahu bahwa kita benar. Amsal 10:19 Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi. Namun Firman Tuhan mengajarkan cara yang berbeda, alkitab berkali kali mengingatkan bahwa diam jauh lebih baik dan lebih berkuasa daripada terlibat dalam drama yang tidak perlu, diam bukan berarti takut atau kalah, melainkan sebuah bentuk penguasaan diri dan iman yang teguh kepada Tuhan. Amsal 26:20 Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran. Drama menjauhkan damai sejahtera, sindiran, gosip, atau konflik deng...

KEDUNIAWIAN

 


Keduniawian

1 Yohanes 2:15-17 TB
[15] Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. [16] Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. [17] Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.  

Kita memulai perjalanan ini dengan mengosongkan diri kita. Alkitab berkata kepada kita, sebagai pengikut Kristus, yaitu yang telah dibeli dengan darah Yesus, yang dipenuhi Roh Kudus, bahwa kita tidak boleh mengasihi hal-hal dari dunia ini. Saya tahu bahwa ini adalah sangat bertentangan dengan banyak hal yang diajarkan hari ini, tapi kita harus tahu bahwa, sebagai pengikut Kristus, kita haruslah menyangkal diri, memikul salib kita, dan mengikuti Yesus.

Rasul Paulus berkata di dalam Roma 12 bahwa kita tidak boleh menjadi serupa dengan dunia ini, melainkan agar kita harus berubah oleh pembaruan pikiran kita, supaya kita membuktikan kehendak Tuhan yang baik, yang berkenan kepada-Nya, dan sempurna. Kata ini, pembaruan, berasal dari kata dalam Bahasa Yunani, anakainosis, yang artinya memperbarui. Dalam konteks ini, artinya kita harus menghilangkan segala cara lama duniawi kita saat berpikir, bertindak, dan hidup, dan mulai menggantikan hal-hal itu dengan hal-hal ilahi.

Dalam 1 Yohanes 2:15-20, diberikan peringatan keras bagi orang yang mengasihi dunia, apa akibatnya, dan apa arti yang sebenarnya. Dikatakan jika seseorang mengasihi dunia, kasih Bapa tidak ada di dalam diri mereka. Dikatakan juga tentang kefanaan dari dunia dan keinginan-keinginannya. Tapi mereka yang melakukan kehendak Tuhan akan hidup selama-lamanya.

Kita harus berusaha untuk menghilangkan kesenangan kita akan dunia. Kita tidak dapat melayani dua tuan – kita harus memilih Tuhan atau dunia. Begitu kita memilih Tuhan, kita harus menghilangkan dari diri kita segala kesukaan yang tidak saleh yang masih tinggal di dalam hati kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia