MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

HIDUP DENGAN SIKAP YANG BARU



 Hidup dengan Sikap yang Baru

Filipi 2:3-8

Salah satu cara terbaik untuk menjalani kehidupan yang lebih baik adalah dengan memiliki sikap yang lebih baik. Ketika kita menjadi pengikut Yesus Kristus, kita adalah ciptaan baru. Oleh karena itu, kita dapat memiliki sikap yang diperbarui dalam setiap aspek kehidupan kita. Kita juga diajarkankan tentang sikap apa yang seharusnya kita miliki. Ini adalah jenis sikap yang akan memberi kita pendekatan baru terhadap kehidupan dan memberikan sukacita abadi dalam hidup kita.

Dalam Filipi pasal 2, Paulus menulis bahwa seharusnya kita tidak memiliki sikap yang sama seperti manusia yang berdosa, melainkan, memiliki sikap yang sama seperti yang dimiliki Yesus. Kita harus menjalani hidup seperti yang Yesus lakukan. Secara alami kita membuat keputusan dan bertindak karena keegoisan dan kesombongan kita, mendahulukan kepentingan kita dan menganggap diri kita lebih penting daripada orang lain. Dengan kata lain, kita memiliki sikap sombong dan egois yang hampir selalu mengutamakan kepentingan dan keinginan kita sendiri. Sikap seperti ini pasti akan menurunkan kualitas hidup kita karena akan merusak relasi kita dan membuat kita tidak puas dan selalu menginginkan sesuatu yang lebih. Kita diajarkan untuk memiliki sikap yang sama seperti Yesus. Namun, sikap ini sama sekali berbeda dari kebiasaan kita.

Yesus memiliki banyak alasan untuk menjadi sombong, mementingkan diri-Nya sendiri, dan bermegah bahwa Dia adalah Allah. Namun, Yesus tidak berusaha mempertahankan "status"-Nya sebagai Allah. Sebaliknya, Dia mengosongkan diri-Nya dari kemuliaan-Nya. Dia mengambil rupa manusia dan datang ke bumi sebagai seorang bayi. Dia memiliki sikap kerendahan hati, ditunjukkan sejak saat kelahiran-Nya di kandang hewan. Tempat tidur pertamanya adalah wadah makanan untuk hewan. Dia hadir ke dunia dengan kerendahan hati dan dibesarkan dalam keluarga sederhana di kota yang tidak terlalu istimewa.

Di sepanjang kehidupan fana-Nya di dunia, Dia menunjukkan hati seorang hamba, yang datang, "bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani." Dia benar-benar taat kepada Bapa, bahkan sampai mengorbankan hidup-Nya demi umat manusia. Dia tidak mementingkan diri sendiri, tidak egois; taat, tidak sombong; Tidak ingin untuk mendapatkan semua, tetapi bersedia memberikan semua.

Yesus yang menjalani hidup dengan sikap teladan yang benar setiap hari adalah Yesus yang sekarang hidup di dalam hati orang-orang yang telah memberikan hidup mereka kepada-Nya. Roh Kudus dapat memampukan kita untuk menghidupi hal ini.

Ini adalah tahun yang baru, dan sekaranglah waktunya untuk menjalani sikap yang baru dengan tulus, kasih yang rela berkorban, dan hidup kita selalu dibaharui karenanya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR