MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA

"MEMELIHARA KASIH YANG MULA-MULA" "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. PELIHARALAH DIRIMU DEMIKIAN DALAM KASIH ALLAH sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal" (Yudas 1:20-21).  > Kasih mula-mula adalah kasih yang bernyala-nyala dan penuh kerinduan akan Tuhan. Kasih ini dimiliki ketika seseorang mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pengalaman rohani ini membuat orang yang mengalaminya begitu antusias dan penuh semangat membangun persekutuan pribadinya dengan Tuhan dan memiliki komitmen hidup untuk melayani Tuhan. > Menjaga dan memelihara kasih mula-mula bagi orang percaya merupakan hal yang prinsip. Kasih mula-mulalah yang mendorong dan menggerakkan orang percaya untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan dan memiliki api yang bernyala-nyala untuk hidup dalam persekutuan yang erat dengan Tuhan dan setia dalam T...

EGOISME

 


Egoisme

Filipi 2:3-4 TB
[3] dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; [4] dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 

Hari ini, kita berfokus untuk menghilangkan dari diri kita sesuatu yang semakin biasa di dunia masa kini: egoisme.

Apapun yang kita perbuat, tidak hanya di gereja, tapi di luar gereja tidak dapat dikerjakan dengan semangat ambisi pribadi atau kesombongan. Apakah kita berada di kantor, di sekolah, bersama teman, dengan keluarga, di pasar, atau melayani dalam posisi pemimpin, motivasi kita untuk apa?

Pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri sendiri bukanlah, "Apa yang terbaik untukku?" Malahan, kita seharusnya bertanya, "Apa yang terbaik untuk Kerajaan Allah?" Ambisi kita haruslah untuk mencari cara terbaik untuk mengerjakan kehendak Tuhan yang sempurna.

Dalam Filipi 2:3-4 dikatakan untuk tidak melakukan apapun dengan ambisi pribadi atau kesombongan. Tidak berarti tidak. Ketika kita melakukan segalanya demi kebaikan Kerajaan Allah dan bukan untuk diri kita sendiri, seberapa bedanya hidup kita?

1 Korintus 10:24 mencerminkan prinsip ini, berkata bahwa tidak seorang pun mencari keuntungannya sendiri, melainkan keuntungan orang lain. Seberapa bedanya gereja jika setiap orang bekerja demi kebaikan orang lain? Seberapa bedanya dunia jika tidak seorangpun bekerja demi ambisi pribadi melainkan demi kebaikan orang lain?

Lain kali kita berusaha melakukan apapun untuk orang lain, atau untuk Tuhan, mintalah Dia untuk mengungkap apakah motivasi kita adalah untuk diri sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

PENGHARAPAN YANG TAK PERNAH PUDAR