DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

YESUS JURUSELAMAT KITA



YESUS JURUSELAMAT KITA

Pada saat kelahiran Yesus, orang-orang Yahudi mengharapkan seorang raja yang akan membebaskan mereka dari penindasan dan mendirikan kerajaan duniawi. Tetapi apa yang mereka dapatkan dari kelahiran seorang anak, ternyata lebih dari sekedar bebas dari keadaan saat itu dan kejayaan pemerintahan yang sementara.

Sebagai gantinya, Tuhan menegakkan kerajaan-Nya yang kekal, membuka jalan bagi keselamatan, mendamaikan kita lewat hubungan yang benar dengan diri-Nya, dan membawa harapan ke dalam dunia yang rusak. Meskipun banyak orang Yahudi tidak sepenuhnya memahami atau menghargainya saat itu, tetapi Tuhan melakukan sesuatu yang jauh melampui ekspektasi kita.

Sebelum kedatangan Yesus, dunia diperbudak oleh dosa, dan umat Tuhan diharuskan untuk memberikan persembahan korban kepada-Nya sebagai penebusan. Meskipun hal ini merupakan sesuatu yang indah karena Tuhan memberikan anugerah kepada umat-Nya berdasarkan hukum Perjanjian Lama, tetapi secara luar biasa Dia mengutus Yesus, yang membebaskan kita dari perbudakan dosa dan merupakan korban penebusan yang penghabisan bagi kita.

Dalam 1 Timotius, Rasul Paulus menjabarkan dengan jelas betapa besarnya anugerah yang kita miliki di dalam Yesus, Juruselamat kita: “Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ‘Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,’ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.” Sebelum diselamatkan, Paulus menganiaya orang-orang Kristen, namun Tuhan mencurahkan kasih karunia-Nya yang luar biasa kepadanya, dan Tuhan bekerja melalui dia untuk menulis banyak kitab Perjanjian Baru dan menyebarkan injil ke dunia.

Yesus juga mengacu pada kasih karunia Tuhan yang luar biasa dalam perumpamaan Hamba yang Tidak Berbelas Kasihan, “Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.” Yesus melangkah lebih jauh, dengan menjelaskan bahwa keselamatan kita seharusnya membuat kita hidup penuh dengan pengampunan dan belas kasih kepada orang di sekitar kita. Yesus menekankan hal ini dalam Amanat Agung, di mana Dia menjelaskan bahwa keselamatan bukanlah sesuatu yang harus dirahasiakan, tetapi harus disebarluaskan dan dibagikan.

Pada Natal kali ini, mari kita masuk ke dalam kebenaran yang luar biasa, bahwa melalui Yesus, kita telah menerima anugerah paling agung. Tidak peduli apa yang telah kita lakukan, di mana kita berada, atau bagaimana kita memandang diri kita—kita telah diampuni dan tidak lagi menanggung beban membayar dosa dan kegagalan kita. Kita dapat berjalan dengan percaya diri dan kelegaan karena mengetahui bahwa Yesus telah mematahkan belenggu dosa dan kematian dari hidup kita dan membebaskan kita dari hutang yang tidak mungkin dapat kita bayar. Di dalam Dia, kita memperoleh harapan dan janji hidup kekal—sebuah anugerah yang patut kita rayakan!

Doa: Bapa, terima kasih karena Engkau begitu mengasihi saya sehingga Engkau mengutus Anak-Mu untuk menyediakan jalan bagi saya supaya saya memiliki hubungan yang kekal dengan-Mu. Pada Natal kali ini, ingatkan saya betapa besar kasih-Mu kepada saya dan betapa berartinya saya bagi-Mu, dan berikan saya keberanian untuk membagikan kabar baik tentang apa yang telah Kau perbuat dalam hidup saya kepada orang-orang di sekitar saya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia