SAAT KITA TIDAK BERDAYA

"SAAT KITA TIDAK BERDAYA" "Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan" (Yohanes 11:4).  > Saat Yesus diberitahu oleh Maria dan Martha, bahwa Lazarus, saudaranya sakit, Ia mengatakan bahwa melalui penyakit itu kuasa Tuhan akan dinyatakan dan Anak Allah dipermuliakan.  > Namun, yang menarik dari pembacaan firman ini, dikatakan bahwa Yesus "sengaja" menunda kedatangan-Nya sampai akhirnya Lazarus mati!  > Tuhan tahu akan apa yang akan Ia kerjakan, Ia tahu bahwa pada akhirnya Lazarus akan mati. Ia mau menunjukan kuasa-Nya kepada para murid-Nya supaya mereka dapat belajar percaya!  (ayat 14-15).  >> Apakah yang firman Tuhan katakan saat kita mengalami penderitaan dan sudah tidak berdaya?  1. TUHAN  YESUS HADIR SAAT KITA TIDAK BERDAYA! > Yohanes 11:21,32 : "Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, s...

SUKACITA BAGI DUNIA



Lukas 2:6-7 TB

[6] Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, [7] dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.  

Mungkin butuh waktu hampir seminggu bagi Maria dan Yusuf untuk menempuh perjalanan 80 mil dari Nazaret ke Betlehem karena Maria sudah hamil tua. Walaupun waktu perjalanannya tidak nyaman, mungkin ada kelegaan karena terbebas dari gunjingan-gunjingan di sumur desa dan wanita-wanita tua yang terus menghitung bulan-bulan dengan jari mereka. Maria dan Yusuf perlu pergi jauh dari kampung halaman mereka untuk mendaftarkan diri pada sensus yang diperintahkan Kaisar Agustus.


Ketika Maria dan Yusuf memasuki kota Betlehem, jalanan dipadati oleh kerumunan manusia. Di momen itulah saat Maria berdesakan dengan orang banyak ia merasakan kontraksi pertamanya. Mungkin air ketubannya pecah di keramaian jalan, membasahi pakaiannya dan keledai yang ditumpanginya.

Adakah ia berbisik lembut dalam kesakitan, “Yusuf! Tolong carikan tempat untukku beristirahat!”

Yusuf tidak menemukan apapun selain gua ... lumbung ... kandang yang akan digunakan untuk persiapan kelahiran Putra mereka.

Kemungkinan kandang itu dipenuhi oleh hewan-hewan milik para pengunjung yang ramai. Pasti ada bau kotoran dan air seni, dan saya membayangkan kesulitan Yusuf menemukan tempat yang bersih di tumpukan jerami. Mungkin satu dua ekor tikus lari ketakutan saat Yusuf membersihkan ruang untuk Maria dan mendekatkan palungan jerami untuk Bayi yang segera lahir. Sapi mengunyah jerami dan domba mengembik saat Maria kesakitan dan berdarah. Dalam suasana hina dan sederhana inilah Juruselamat umat manusia memasuki dunia!

Jantung saya terhenti saat saya membayangkan wajah ibu remaja ini yang terpesona bertemu dengan bayi Laki-lakinya untuk kali pertama! Ia memandang lekat wajah Allah ... dan Ia melihat balik kepadanya. Allah membalut tangan mungil-Nya pada jari-jemari dan hati Maria.

Ia adalah Putranya ... namun juga Tuhannya. Ia adalah Bayinya ... namun juga Rajanya.

Ia tidak dapat mengalihkan pandangannya dari pada-Nya, begitu besar kasihnya untuk Anak ini. Dan mujizat yang terbesar adalah ... Ia tidak dapat mengalihkan tatapan mata-Nya darinya karena begitu besar kasih-Nya untuk umat manusia.

Jangan alihkan pandangan Anda dari makna sejati Natal. Ketahuilah bahwa ketika Yesus lahir ... Ia lahir untuk Anda. Izinkan Bayi di palungan membalutkan kasih-Nya di hati Anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT