DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

SUKACITA BAGI DUNIA



Lukas 2:6-7 TB

[6] Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, [7] dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.  

Mungkin butuh waktu hampir seminggu bagi Maria dan Yusuf untuk menempuh perjalanan 80 mil dari Nazaret ke Betlehem karena Maria sudah hamil tua. Walaupun waktu perjalanannya tidak nyaman, mungkin ada kelegaan karena terbebas dari gunjingan-gunjingan di sumur desa dan wanita-wanita tua yang terus menghitung bulan-bulan dengan jari mereka. Maria dan Yusuf perlu pergi jauh dari kampung halaman mereka untuk mendaftarkan diri pada sensus yang diperintahkan Kaisar Agustus.


Ketika Maria dan Yusuf memasuki kota Betlehem, jalanan dipadati oleh kerumunan manusia. Di momen itulah saat Maria berdesakan dengan orang banyak ia merasakan kontraksi pertamanya. Mungkin air ketubannya pecah di keramaian jalan, membasahi pakaiannya dan keledai yang ditumpanginya.

Adakah ia berbisik lembut dalam kesakitan, “Yusuf! Tolong carikan tempat untukku beristirahat!”

Yusuf tidak menemukan apapun selain gua ... lumbung ... kandang yang akan digunakan untuk persiapan kelahiran Putra mereka.

Kemungkinan kandang itu dipenuhi oleh hewan-hewan milik para pengunjung yang ramai. Pasti ada bau kotoran dan air seni, dan saya membayangkan kesulitan Yusuf menemukan tempat yang bersih di tumpukan jerami. Mungkin satu dua ekor tikus lari ketakutan saat Yusuf membersihkan ruang untuk Maria dan mendekatkan palungan jerami untuk Bayi yang segera lahir. Sapi mengunyah jerami dan domba mengembik saat Maria kesakitan dan berdarah. Dalam suasana hina dan sederhana inilah Juruselamat umat manusia memasuki dunia!

Jantung saya terhenti saat saya membayangkan wajah ibu remaja ini yang terpesona bertemu dengan bayi Laki-lakinya untuk kali pertama! Ia memandang lekat wajah Allah ... dan Ia melihat balik kepadanya. Allah membalut tangan mungil-Nya pada jari-jemari dan hati Maria.

Ia adalah Putranya ... namun juga Tuhannya. Ia adalah Bayinya ... namun juga Rajanya.

Ia tidak dapat mengalihkan pandangannya dari pada-Nya, begitu besar kasihnya untuk Anak ini. Dan mujizat yang terbesar adalah ... Ia tidak dapat mengalihkan tatapan mata-Nya darinya karena begitu besar kasih-Nya untuk umat manusia.

Jangan alihkan pandangan Anda dari makna sejati Natal. Ketahuilah bahwa ketika Yesus lahir ... Ia lahir untuk Anda. Izinkan Bayi di palungan membalutkan kasih-Nya di hati Anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia