MENANG MENGATASI PENDERITAAN

"MENANG MENGATASI PENDERITAAN!" "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis" (Wahyu 2:9). > Jemaat di Smirna adalah jemaat yang mengalami tekanan, penderitaan, dan penganiayaan. Namun Tuhan Yesus tidak menegur mereka, melainkan menguatkan dan memberi janji kemenangan. >> Bagaimana kita dapat menang mengatasi penderitaan? 1. JANGAN TAKUT AKAN PENDERITAAN! > Wahyu 2:10 : "JANGAN TAKUT TERHADAP APA YANG HARUS ENGKAU DERITA...". > Penderitaan sering membuat manusia takut : "takut kehilangan", "takut ditolak", "takut masa depan", "takut menghadapi tekanan". > Tetapi Tuhan ingin kita "tetap percaya". Ketika Tuhan mengizinkan ujian terjadi, Dia juga menyertai dan memberi kekuatan. > Yesaya 41:10 : "janganlah takut, sebab Aku menye...

SANG GEMBALA



Sang Gembala

Yohanes 10:11 TB
[11] Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; 

Sebutan gembala mengandung suatu arti tertentu bagi orang Yahudi pada waktu itu, mudah bagi kita untuk membaca sepintas lalu referensi ini dan melewatkan pentingnya apa yang Tuhan katakan mengenai sifat Yesus.

Peran tradisional dari seorang gembala tidaklah menarik sama sekali. Kenyataannya, adalah sulit, membutuhkan waktu yang lama, saat-saat berbahaya dan komitmen penuh untuk menjaga kawanan ternaknya. Ia membawa mereka kepada makanan dan tempat berlindung, menghitung mereka setiap malam, dan mencari dan mengembalikan yang tersesat. Ia bahkan melindungi mereka dari pencuri dan predator dengan mempertaruhkan keselamatan dirinya sendiri.

Sama seperti domba yang tak memiliki insting mencari makan, sangat mudah tertinggal dan tersesat, dan sulit menemukan jalan pulang, kita juga, tidak memiliki tujuan tanpa gembala kita. Di dalam Yesus, kita menemukan pemeliharaan, perlindungan dan tuntunan yang sangat kita perlukan.

Di sepanjang Perjanjian Baru, kita diingatkan akan peran Yesus sebagai Gembala kita yang baik. Di dalam perumpamaan mengenai domba yang hilang, sang gembala meninggalkan yang sembilan puluh sembilan untuk mencari yang satu itu, memberikan kita suatu gambaran indah akan hati Tuhan terhadap mereka yang tersesat dan komitmen-Nya untuk membawa kita kembali ke rumah dengan selamat.

Di Filipi, kita diingatkan oleh Rasul Paulus bahwa Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan kita melalui Yesus, sama seperti seorang gembala yang memperhatikan setiap kebutuhan dari kawanannya. Lagi, di dalam Lukas 13, Yesus mengatakan tentang keinginannya yang sangat besar untuk melindungi anak-anak-Nya, hanya jika kita bersedia mengikuti-Nya.

Dalam Yohanes 10:27-30 TB, Yesus berkata:

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.

Sungguh betapa baiknya Sang Gembala!

Saat kita mendekati Natal, ingatlah bahwa Yesus adalah Gembala Kita yang Baik dan di dalam-Nya kita menemukan kepuasan, hidup kekal, dan janji bahwa tak seorangpun dapat merebut kita dari pemeliharaan-Nya. Sama seperti seorang gembala tidak mengasuh kawanannya dari kejauhan, Yesus selalu ada di samping kita. Dengarlah suara-Nya, miliki keyakinan penuh bahwa Ia dekat, dan Ia membawa kita ke padang rumput yang hijau.

Doa: Bapa, terima kasih karena melukis suatu gambaran indah tentang Yesus sebagai Gembala kami yang baik, dan karena sudah memenuhi segala kebutuhan kami melalui-Nya. Berilah saya telinga untuk mendengar suara-Mu dengan jelas dan keberanian untuk mengikuti ke mana Engkau memanggil saya. Saya percaya bahwa Engkau hanya memberikan hal-hal baik untuk saya, dan saya tidak akan pernah di luar pemeliharaan-Mu.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA