SAAT KITA TIDAK BERDAYA

"SAAT KITA TIDAK BERDAYA" "Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan" (Yohanes 11:4).  > Saat Yesus diberitahu oleh Maria dan Martha, bahwa Lazarus, saudaranya sakit, Ia mengatakan bahwa melalui penyakit itu kuasa Tuhan akan dinyatakan dan Anak Allah dipermuliakan.  > Namun, yang menarik dari pembacaan firman ini, dikatakan bahwa Yesus "sengaja" menunda kedatangan-Nya sampai akhirnya Lazarus mati!  > Tuhan tahu akan apa yang akan Ia kerjakan, Ia tahu bahwa pada akhirnya Lazarus akan mati. Ia mau menunjukan kuasa-Nya kepada para murid-Nya supaya mereka dapat belajar percaya!  (ayat 14-15).  >> Apakah yang firman Tuhan katakan saat kita mengalami penderitaan dan sudah tidak berdaya?  1. TUHAN  YESUS HADIR SAAT KITA TIDAK BERDAYA! > Yohanes 11:21,32 : "Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, s...

FROM WORRIER TO WARRIOR

 

From Worrier to Warrior


Matius 6:25-32 TB
[25] ”Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? [26] Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? [27] Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? [28] Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, [29]  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. [30] Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? [31] Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? [32] Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 

Seorang pakar psikologi dari University of California, Riverside menyatakan 85% dari apa yang kita kuatirkan sesungguhnya tidak pernah terjadi. Perlahan tapi pasti kekuatiran setiap orang semakin bertambah setiap harinya, semakin dewasa, semakin bertambah pula kekuatirannya. 

Kekuatiran bukan hanya melanda orang dewasa, anak muda galau atau ABG tapi hampir melanda seluruh kalangan. Ibu-ibu kuatir uang sekolah anak naik, harga cabe di pasar hari ini berapa, kangkung berapa, tupperware kemaren yang diskon katalog masih ada ga yaa.. anak-anak sekolah kuatir bisa lulus ujian ga, bisa naik kelas ga. Bapak-bapak kuatir mengenai gimana ya tendernya, terus gimana mikirin supaya target tercapai dan sebagainya. 

Kekuatiran itu, dalam bahasa aslinya memiliki arti “DITARIK KE ARAH YANG BERLAINAN”. (To be pulled in different directions)

Iman dan Pengharapan yang kita punya menarik kita ke satu arah yaitu ke arah Kristus, tetapi ketakutan-ketakutan kita menarik kearah yang berlawanan, tarik menarik dan akhirnya ini yang membuat kita terpecah belah. Akar kata dari bahasa Inggris kuno dari kata kuatir sendiri memiliki arti “MENCEKIK”. 

Jika saudara pernah benar-benar merasa kuatir, saudara bisa membayangkan dan saudara pasti tahu bagaimana perasaan itu menjerat dan mencekik Saudara sehingga terasa sesak. Kekuatiran membawa pada akibat jasmaniah yang pasti, seperti sakit kepala, sakit leher, sakit punggung, biasanya juga dapat mengganggu pikiran dan pencernaan (sakit maag, asam lambung naik, etc), stress, frustasi, bahkan depresi ujung-ujungnya mengganggu keseimbangan hidup. 

Alkitab memberikan pernyataan penting mengenai kekuatiran, dengan mengenal Allah dan mengetahui nilai kita dalam pandangan Allah sang Pencipta, kita memahami bahwa kekuatian hanya membuat kita melihat masalah dan pergumulan dengan kaca pembesar (magnifying glass), membuat masalah besar menjadi jumbo, masalah kecil menjadi besar, hasilnya malah panik dan memperburuk keadaan. 

Kita perlu memahami kita diciptakan lebih daripada hewan dan tumbuhan, kita istimewa dan diciptakan secara khusus, lain daripada yang lain. Jika Allah sanggup memelihara burung-burung di udara, tumbuhan jamur dan rumput yang sebentar saja akan lenyap, bisakah Anda membayangkan apa yang akan Allah lakukan untuk Anda ketika Anda berserah kepada Tuhan?

Jika Anda memiliki waktu untuk kuatir, gunakan waktu itu untuk berdoa dan menyembah Allah, sehingga kekuatiran Anda tergantikan dengan kekuatan dari Allah.

:: Kekuatiran tidak membuat pergumulan Anda selesai, justru akan terlihat lebih buruk daripada sebelumnya ::

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT