HATI

HATI Apapun yang disembunyikan oleh hati, pasti akan terlihat oleh sikap. Amsal 27:19 Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu. Shalom Manusia adalah makhluk yang pandai memakai topeng, mereka bisa tersenyum bahkan disaat hatinya sedang terluka, mereka bisa berkata tidak mengapa padahal hati sedang terluka, di era modern ini menyembunyikan isi hati jadi semakin mudah melalui layar medsos atau formalitas komunikasi. Matius 7:16-17 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Apapun yang disembunyikan oleh hati lambat laun pasti akan terlihat oleh sikap, sikap tubuh, nada bicara, cara merespon masalah dan tindakan spontan kita adalah "buah" yang menyingkapkan apa yang sebenarnya sedang terjadi didalam ruang hati kita. Lukas ...

TUHAN SUKA MENGAMPUNI



 Tuhan Suka Mengampuni

Kamus Webster mengartikan kata kasih karunia sebagai pertolongan Ilahi yang tidak pantas diberikan kepada manusia untuk pembaharuan atau pengudusan mereka. Kata tidak pantas adalah kuncinya di sini, karena itu berarti tidak layak. Jadi, dalam iman Kristen, kita berkata bahwa kasih karunia adalah sesuatu yang telah diberikan pada kita sekalipun kita tidak pantas menerimanya. Dan satu dari banyak hal yang paling menakjubkan yang diberikan bagi kita oleh kasih karunia Tuhan adalah pengampunan-Nya.

Dalam Lukas 15, Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang anak yang tidak tahu berterima kasih yang meminta bagiannya dari milik ayahnya. Sang ayah mengabulkan permohonannya, dan dalam waktu singkat anak tersebut pergi dengan semua yang diterimanya. Hidup dengan berfoya-foya dan sembrono, dia menyia-nyiakan semuanya itu dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah. Dengan sangat gembira, sang ayah yang melihat anaknya, berlari kepadanya, dan menjumpai dia dengan sambutan selamat datang yang tak terduga dan penuh kasih karunia. Kita suka membaca kisah ini karena menceritakan tentang kasih terhadap orang yang tak layak menerimanya. Inilah yang Tuhan rasakan terhadap kita.

Namun kita juga menyadari pemutusan yang kita rasakan ketika sang anak kembali ke rumah dan disambut dengan perayaan. Tidak ada komentar atau pengajaran "Sudah kubilang" mengenai apa yang akan dilakukan sang ayah jika hal ini terjadi lagi. Yang ada hanya kasih yang besar, kasih karunia yang menakjubkan, dan pengampunan berlimpah yang dicurahkan kepada seorang anak yang sangat tidak berharga. Ini ketidaknyamanan yang indah, bukan? 

Begitulah cara kerja pengampunan Tuhan dalam ekonomi Kerajaan Surga. Tuhan mengampuni kita secara cuma-cuma karena sikap tanpa pamrih yang sempurna dari Yesus di kayu salib. Kita menerima pengampunan karena Dia memberikannya. Pekerjaan baik kita tidak menghasilkan apapun untuk kita; karya sempurna Yesuslah yang memberikannya. 

Kita menginginkan pengampunan namun sejujurnya kita tidak tahu bagaimana cara untuk menerimanya. Kita tahu bahwa hal tersebut adalah hadiah namun kita ingin melakukan sesuatu untuk menghasilkan sedikit saja darinya. Karena menerima hadiah yang bukan saja tidak pernah bisa kita hasilkan namun juga apapun yang kita lakukan tidak akan pernah cukup untuk membayarnya kembali adalah melampaui apa yang bisa dipahami oleh pikiran kita yang terbatas. Syukurlah, pengampunan Tuhan adalah untuk semua orang yang berseru kepada-Nya. Semua orang.

Karena Tuhan adalah Tuhan yang mengampuni, maka itu hanya masuk akal bagi kita untuk menjadi penyalur pengampunan yang sama kepada orang lain. Tetapi untuk mengampuni orang lain kita harus membayar harganya. Akan sulit. Akan ada usaha. Akan bertentangan dengan apa yang kita inginkan. Sifat dosa kita menginginkan pembalasan. Tidak hanya itu, namun kita berpikir bahwa ada semacam "sistem dosa di mana beberapa dosa tidak begitu buruk sementara dosa yang lain sangatlah buruk. Semua dosa adalah buruk. Namun tidak semua dosa memiliki konsekuensi yang sama. Tak peduli seberapa besar intensitas konsekuensinya, Tuhan membenci semua dosa. 

Namun terpujilah Tuhan, Dia tidak membenci kita! Dia menunggu kita, melihat ke kejauhan menanti kita kembali ke rumah. Dia siap berlari ke arah kita dan merayakan dan melimpahi kita dengan kasih karunia, penerimaan, dan pengampunan-Nya. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

Terang yang Datang ke Dunia