TERIMALAH DARI SUMBER KEHIDUPAN

TERIMALAH DARI SUMBER KEHIDUPAN YOHANES 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Shalom Kehidupan kita ini dirancang oleh Tuhan untuk menerima kehidupan yang berkelimpahan dari sumber kehidupan yang berkelimpahan, yaitu Tuhan sendiri. Hidup yang berkelimpahan patut dimengerti dengan benar. Itu artinya yaitu hidup yang berkelimpahan dalam pertumbuhan rohani, damai, sukacita, penghiburan, kelegaan, kepuasan, hikmat bahkan kedewasaan rohani. Bukan berkelimpaham di dalam materi, uang, harta, jabatan atau ketenaran. Itu semua tidak salah, namun bukan tujuan Tuhan memberkati kita. Hidup kita digambarkan sebagai ranting yang melekat kepada pokok anggur. Sebuah ranting tidak memiliki kehidupan secara independen. Ia menerima kehidupan dari pohon anggur. Yesus menggunakan gambaran ini untuk menjelaskan hubungan kita dengan Dia. Ia tidak hanya berkata,...

TIDAK LAYAK



 Tidak Layak

Ketika seseorang menyakiti Anda atau, lebih buruk lagi, menyakiti seseorang yang Anda cintai, kita mungkin tergoda untuk balas dendam. Lagipula…


Mereka jahat.

Mereka egois.

Mereka berbicara di belakangmu.

Mereka melanggar janji besar.

Mereka memfitnahmu.

Mereka mengkritikmu.

Mereka mengabaikanmu.

Mereka keterlaluan.

Mereka menjauhimu.

Mereka pantas dihukum, kan? Pantas merasakan sakit yang sama? Mereka pantas menerima hukuman yang tidak hanya akan membantu mereka belajar, tetapi juga melukai mereka sama parahnya.

Akan tetapi—karena Tuhan melihat hal-hal secara berbeda, standar maupun cara-Nya terkadang mengejutkan. Itulah mengapa rasul Paulus, saat menulis kepada jemaat di Tesalonika, berkata:

“Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas yang jahat dengan yang jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.”

1 Tesalonika 5:15 PBTB2

Kata-kata Paulus persis dengan kata-kata Yesus—mengasihi sesama seperti dirimu sendiri; memperlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan oleh mereka. (Lihat: Matius 22:38-40)

Jalan Tuhan mungkin tidak selalu mudah, tetapi selalu dapat dipercaya.

Ketika kita memilih untuk tidak mengampuni, maka kebencian dan kecemasan serta kepahitan akan mudah mengakar. Namun, ketika kita memilih untuk mengampuni (meskipun kita mungkin perlu mempertimbangkan batasan baru), maka kasih dan damai sejahtera serta pemulihan dapat bertumbuh.

Bagaimana dengan Anda? Pernahkah Anda berlaku kejam? Pernahkah Anda egois? Menjelekkan seseorang di belakangnya? Melanggar janji besar? Berbohong, mengkritik, mengabaikan, atau melakukan hal yang keterlaluan? Pernahkah Anda memutuskan untuk menyerah dan menjauhi orang lain?

Dengan cara unik kita sendiri, kita semua pernah mengecewakan seseorang. Kita telah mengabaikan perintah Tuhan dan, sebaliknya, menciptakan aturan sendiri. Kita telah berdosa.

Kita layak menerima murka Allah, tetapi sebaliknya, Dia menawarkan kasih-Nya yang tanpa syarat kepada kita.

Karena pengorbanan terbesar Yesus, kita tidak mengalami apa yang pantas kita terima. Dan bahkan ketika Yesus tergantung di kayu salib, menghembuskan napas terakhir-Nya di dunia, Dia berseru, “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)

Yesus membalas kejahatan kita dengan belas kasihan yang luar biasa, membiarkan kita bebas untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Jadi hari ini, mari kita menghormati pengorbanan-Nya dengan memperlakukan orang lain sebagaimana Dia memperlakukan kita.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia

HIDUP TANPA TERSINGGUNG