NIAT HATI YANG BENAR DI HADAPAN ALLAH

"NIAT HATI YANG BENAR DI HADAPAN ALLAH!" "Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni NIAT HATIMU ini" (Kisah Rasul 8:22).  > Petrus menegor Simon, si tukang sihir, yang telah menjadi orang percaya lewat pelayanan Filipus, karena memiliki niat hati atau motivasi yang tidak benar di hadapan Allah. > Tuhan tidak melihat apa yang kita lakukan, tetapi mengapa kita melakukannya (motif / niat hati kita).  > Dalam konteks Yohanes 8:18-23, kita dapat melihat niat hati Simon, si tukang sihir, yang tidak benar dihadapan Allah, yaitu :  1. Hati yang tidak lurus / tulus. > Kisah Para Rasul 8:20-21 : "Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah." > Simon menawarkan sejumlah uang kepada Petrus agar ia ...

TERTANAM UNTUK BERTUMBUH

 


Tertanam Untuk Bertumbuh

Kita bertumbuh dari anak-anak menjadi dewasa. Keahlian kita pun bertumbuh dari yang lima tahun lalu kita kerjakan. Kota kita juga bertumbuh secara infrastruktur, ekonomi, teknologi, dan aspek lainnya sejak pertama kali berdiri. Bertumbuh itu hal yang natural. Kalau segalanya bertumbuh, pertanyaannya adalah: Ke arah mana sesuatu bertumbuh? Ke arah mana kita bertumbuh?

Semua orang yang percaya kepada Yesus, dipanggil untuk bertumbuh ke satu arah, yaitu Yesus Kristus. Untuk hidup mengikuti jalan yang Dia tunjukkan, nilai yang Dia anggap penting, dan tujuan yang Dia ingin kita capai, yaitu dewasa dan semakin serupa dengan Dia. 

Menjadi murid Yesus tidak otomatis terjadi. Kita menerima Yesus dengan iman percaya, tetapi kita menjadi murid-Nya dengan belajar. Bertumbuh ke arah Kristus adalah pembelajaran seumur hidup kita. 

Lalu bayangkan apabila kita menjalani proses itu sendirian saja. Bukankah akan terasa lebih (sangat) berat? Inilah mengapa orang-orang percaya berkomunitas. Yesus adalah kepala kita dan sebagai anggota tubuh-Nya, kita tidak dirancang untuk terisolasi satu dengan yang lain.

Ke arah mana Kepala memiliki visi, seluruh tubuh mengikuti. Seluruh anggota tubuh melekat dan bergerak bersama. Dengan kemampuan unik yang Tuhan berikan, kita saling bekerjasama untuk mewujudkan kehendak Kepala. Kita perlu satu sama lain dalam menjalankan Amanat Agung yang Yesus berikan sebelum Dia kembali ke Surga.

Dalam kebersamaan kita sebagai sesama murid Kristus, disitulah kesempatan kita untuk saling membangun iman, mengenal Tuhan dengan benar, dan menjadi dewasa penuh. Maka, kita akan mampu berdiri teguh dan tidak terombang-ambing oleh berbagai pengaruh, godaan, dan tantangan yang setiap hari kita temui selama hidup di dunia. 

Renungkan

Ke arah mana Anda sedang bertumbuh? Apakah orang-orang di sekitar Anda mendorong Anda bertumbuh ke arah yang Tuhan kehendaki?

Doakan

Tuhan, terima kasih untuk berkat-Mu, termasuk gereja dan setiap orang yang membantuku bertumbuh secara rohani. Berikanlah hikmat untuk memilih komunitas yang dapat mendorongku bertumbuh ke arah Engkau. Di saat yang sama, ajar aku menjadi lebih dewasa, sehingga di mana pun komunitasku, aku bisa membawa nilai kerajaan-Mu dan dampak yang berarti. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT