DITANAM DAN BERTUNAS

DITANAM DAN BERTUNAS MAZMUR 92:13 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Shalom Pohon tidak bertumbuh subur karena sering dipindahkan. Pohon bertumbuh subur karena ditanam. Banyak orang menginginkan buah berkat, kedamaian, hikmat, dan kekuatan rohani, tetapi mereka kesulitan untuk berakar. Allah merancang pertumbuhan untuk datang melalui tinggal, menetap, dan tetap terhubung dengan-Nya. Pemazmur membandingkan orang percaya dengan pohon yang ditanam di rumah Allah. Pohon yang ditanam bertahan dari badai karena akarnya menancap dalam. Dengan cara yang sama, orang percaya yang tetap berakar di hadirat Allah, firman-Nya, doa, dan persekutuan mengembangkan kestabilan bahkan selama musim-musim sulit. "Ditanam" berarti kesetiaan kepada firman Tuhan ketika emosi mulai menguasai kita. Komitmen ketika cobaan datang. Tetap terhubung dengan firman Tuhan ketika hidup menjadi sibuk. Terus percaya kepada Tuhan bahkan ketika masalah masih ada. Poho...

APA YANG KITA MAKAN

 


Apa yang Kita Makan

Kita tidak berharap ini terjadi ke siapa pun, tapi—kapan terakhir kali Anda secara tidak sengaja memakan makanan yang basi? Bukan saja rasanya tidak enak, tapi makanan yang basi juga mengganggu sistem kerja pencernaan karena bakteri masuk ke dalam tubuh. Membuat kita merasa kembung, maupun gejala lainnya yang lebih buruk. 

Memberikan pikiran kita berita negatif terus menerus, bisa membawa dampak yang kira-kira mirip dengan memakan makanan yang basi. Sejak “dimakan”, kita sudah merasa tidak enak. Terlebih lagi jika kita biarkan masuk dalam hati, gejala yang biasa muncul adalah khawatir dan takut. 

Kita adalah apa yang kita makan. Sama seperti memakan makanan yang sehat akan membuat tubuh kita segar, cerah, dan penuh nutrisi, firman Tuhan akan membuat roh dan jiwa kita kuat, teguh, dan penuh iman. Roh dan jiwa yang penuh iman mungkin tidak kita sadari dampaknya ketika keadaan sedang baik-baik saja. Tapi percayalah, kita pasti merasakan dampaknya ketika sedang menghadapi masalah yang memberatkan mental dan emosional. Di momen tersebut, begitu kritikal bagi kita untuk memilih “makanan” sehat, bukan sekedar “makanan” yang kita suka dan mau saja. 

Contoh sederhana, kalau seseorang merasa sedih dan patah hati karena putus hubungan, lalu memilih untuk mendengarkan lagu-lagu patah hati terus menerus, bagaimanakah orang itu dapat bangkit? Perasaan membuat kita dapat memproses keadaan dan menikmati kehidupan, serta memberitahukan apa yang kita anggap penting. Tapi biarlah, perasaan kita juga dipimpin oleh iman kepada Tuhan. Ketika patah hati, atau apa pun yang kita alami, akui perasaan kita DAN cari firman Tuhan lalu “makanlah”, sebab dengan demikian, kita akan bangkit dalam iman bahwa: Tuhan dekat kepada orang yang hancur hatinya, Tuhan sanggup memulihkan segala sakit, dan Tuhan ada di sisi kita. 

Jadi, apa “makanan” kesukaanmu? Atau mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah—apa ”makanan” yang membuatmu sehat?

Renungkan dan Doakan

Pada umumnya, kita makan tiga kali dalam sehari, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Masing-masing perlu waktu sekitar 15-30 menit. Andai kita terapkan prinsip ini dalam kehidupan rohani kita, yaitu mendengar firman Tuhan di waktu pagi, siang, dan malam, bagaimana dampak beberapa menit tersebut dalam hidup kita secara jangka panjang? Bagaimana dampaknya, ketika kita sedang menghadapi pergumulan?


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA