SAAT KITA TIDAK BERDAYA

"SAAT KITA TIDAK BERDAYA" "Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan" (Yohanes 11:4).  > Saat Yesus diberitahu oleh Maria dan Martha, bahwa Lazarus, saudaranya sakit, Ia mengatakan bahwa melalui penyakit itu kuasa Tuhan akan dinyatakan dan Anak Allah dipermuliakan.  > Namun, yang menarik dari pembacaan firman ini, dikatakan bahwa Yesus "sengaja" menunda kedatangan-Nya sampai akhirnya Lazarus mati!  > Tuhan tahu akan apa yang akan Ia kerjakan, Ia tahu bahwa pada akhirnya Lazarus akan mati. Ia mau menunjukan kuasa-Nya kepada para murid-Nya supaya mereka dapat belajar percaya!  (ayat 14-15).  >> Apakah yang firman Tuhan katakan saat kita mengalami penderitaan dan sudah tidak berdaya?  1. TUHAN  YESUS HADIR SAAT KITA TIDAK BERDAYA! > Yohanes 11:21,32 : "Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, s...

TAAT KARENA DEKAT

 


Taat Karena Dekat

Mungkin sewaktu kita kecil, kita pernah diingatkan oleh orangtua untuk tidak menerima permen dari orang asing. Menawarkan permen bisa digunakan sebagai alat oleh orang yang berniat menculik untuk mengambil kepercayaan si anak. Jika dilihat dari perspektif anak kecil, dia hanya melihat orang tersebut sebagai orang baik yang tahu kesukaannya. Dan kalau orang itu tahu kesukaannya, dia akan merasa dekat dengan orang tersebut. Dengan begitu, anak kecil akan dengan mudah menuruti kemauan para penculik. Ini adalah bentuk dari kedekatan yang berbahaya.

Kedekatan akan memudahkan kita untuk taat terhadap seseorang. Kita harus dekat dan yakin dulu kepada seseorang, baru kita dengan senang hati mendengarkan dan mengikuti apa dia minta kita lakukan. Begitu juga dalam hubungan kita dengan Tuhan. Akan lebih mudah menaati Tuhan, apabila kita mengenal firman-Nya dan dekat kepada-Nya.

Kedekatan berkaitan erat dengan rasa aman, takjub, dan percaya (trust). Penulis Mazmur 73 bernama Asaf berkata, “Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan Allah, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.” Kedekatan Asaf terlihat karena dia mempercayakan hidupnya kepada Tuhan. Contoh lainnya adalah Rasul Paulus, dia percaya bahwa apa pun yang yang terjadi dalam hidupnya, tidak akan dapat memisahkan dia dari kasih Tuhan. Mereka yakin, bahwa di dalam segala perkara, mereka aman di dalam Tuhan. Rasa aman adalah buah dari kepercayaan yang penuh, bahwa perintah-perintah yang diberikan Tuhan, tidak akan mencelakakan mereka. Tuhan akan selalu menjaga dan memelihara hidup mereka.

Jika kita mau melatih ketaatan kita pada Tuhan, teruslah dekatkan diri kita kepada-Nya. Nikmati kasih yang Dia berikan di dalam kehidupan kita. Kita bisa menulis daftar ucapan syukur (gratitude list) misalnyaKita bisa bersyukur bahwa di dalam Tuhan, iman kita terus dikuatkan, kita bisa meneruskan kasih-Nya ke sesama, tekun, dan selalu berpengharapan. Lihatlah betapa baik dan hebatnya pekerjaan-pekerjaan Tuhan seumur hidup Anda. Buatlah keputusan untuk tetap yakin dalam hatimu bahwa apa pun yang Tuhan minta Anda lakukan, semua itu bukanlah rancangan yang jahat, tapi rancangan yang membawa kebaikan dan damai sejahtera. Dengan sikap hati yang demikian, Anda akan secara natural dan dengan rela akan menuruti perintah-perintah-Nya dalam hidup Anda, sekecil apa pun perintah tersebut. 

 “Waktu hidupmu telah berakar dalam kasih Tuhan, maka ketaatan akan menjadi buahmu.” Marilah mendekat kepada Tuhan dan menaati perintah-Nya. Maka kita akan berproses, bertumbuh, dan berbuah! 

Renungkan

Apa saja yang Anda bisa lakukan untuk lebih dekat dan lebih mengenal Tuhan? Sudahkah Anda mencari tahu kehendak Tuhan atas area-area kehidupan Anda? Cobalah bangun kebiasaan untuk berkomunikasi setiap hari dengan Tuhan. Dan bangun kebiasaan saat mengambil keputusan penting, untuk bertanya dulu kepada Tuhan dan meminta hikmat.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT