SAAT KITA TIDAK BERDAYA

"SAAT KITA TIDAK BERDAYA" "Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan" (Yohanes 11:4).  > Saat Yesus diberitahu oleh Maria dan Martha, bahwa Lazarus, saudaranya sakit, Ia mengatakan bahwa melalui penyakit itu kuasa Tuhan akan dinyatakan dan Anak Allah dipermuliakan.  > Namun, yang menarik dari pembacaan firman ini, dikatakan bahwa Yesus "sengaja" menunda kedatangan-Nya sampai akhirnya Lazarus mati!  > Tuhan tahu akan apa yang akan Ia kerjakan, Ia tahu bahwa pada akhirnya Lazarus akan mati. Ia mau menunjukan kuasa-Nya kepada para murid-Nya supaya mereka dapat belajar percaya!  (ayat 14-15).  >> Apakah yang firman Tuhan katakan saat kita mengalami penderitaan dan sudah tidak berdaya?  1. TUHAN  YESUS HADIR SAAT KITA TIDAK BERDAYA! > Yohanes 11:21,32 : "Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, s...

PANGGILAN TUHAN DAN PERUBAHAN PRIBADI KITA

 


PANGGILAN TUHAN DAN PERUBAHAN PRIBADI KITA


"Dari Paulus, yang atas kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus.." (Ayat 1)

Sebelum ia mendapat panggilan dari Tuhan, Paulus sedang dalam misi untuk menganiaya gereja - umat Tuhan. Mahkamah Agama di Yerusalem, memberinya otoritas untuk menganiaya pada pengikut Yesus Kristus. Tapi selagi ia sedang dalam perjalanan menuju Damsyik, Tuhan menemuinya dan menunjukkannya siapa Paulus dan menjadi siapa Paulus nantinya.

Perjumpaan dengan Tuhan itu membawa perubahan pribadi ke dalam hidupnya. Ini membuatnya taat kepada suara Tuhan dan menghargai sesama. Ia tidak lagi orang yang sama.

Paulus yang berubah, dalam suratnya kepada jemaat Korintus, memanggil orang-orang yang sama yang pernah ia aniaya, sebagai "mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus" (Ayat 2). Terlepas dari segala perbedaan, ia mulai melihat Jemaat sebagai tubuh Kristus yang adalah milik daripada Tuhan dan bahwa Tuhan menjadi milik orang-orang Yahudi dan non-Yahudi.

Ia mengagumi jemaat sebagai sebuah tempat dimana umat Tuhan mengalami kasih karunia dan kedamaian Tuhan. Di dalam surat-suratnya, ia berdoa agar kasih karunia dan damai sejahtera Tuhan ada bersama jemaat - pada pengikut Kristus. Jemaat di masa modern masih memanjatkan doa yang sama.

Dari seorang pemburu jemaat menjadi kekasih dari jemaat, kehidupan Paulus telah mengalami perubahan paradigma karena perjumpaanya dengan Tuhan. Sebuah perjumpaan yang hampir tidak ia harapkan, terutama ketika ia dalam perjalanan untuk menganiaya Tuhan yang sama. Seringkali, kita sedang memberontak terhadap Tuhan.

Tepat di sanalah Dia menemui kita! Itulah kapan dan di mana ia menunjukkan kita siapa diri kita dan menjadi siapa kita seharusnya. Dia meluluskan kita menurut kasih karunia-Nya dan mengubah kita. Yang kita harus lakukan hanyalah mendengarkan firman Tuhan, mentaati-Nya, berbalik dari jalan lama kita dan siap untuk diubahkan. Jika kita mengizinkan Tuhan untuk bertindak dalam hidup kita, Dia setia untuk melupakan diri kita yang lama dan memberikan kita permulaan yang sama sekali baru, yang merupakan berkat bukan hanya untuk kita melainkan untuk generasi yang akan datang.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HATI TERIKAT PADA TUHAN,BUKAN HARTA

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

MEMILIH TAAT