DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

KAPTEN FUCHIDA DAN PENGAMPUNAN

 


Kapten Fuchida dan Pengampunan


Selama perang dunia ke-2, Mitsuo Fuchida memimpin serangan di Pearl Harbor. Setelah perang, Fuchida bertemu dengan seorang teman, yang merupakan tawanan perang di Amerika. Teman ini memberitahu Fuchida mengenai kebaikan seorang gadis Amerika yang membawakan makanan dan bahan bacaan bagi para tawanan. Ketika ditanya bagaimana ia dapat berbuat kebaikan kepada musuh, gadis itu menceritakan sebuah kisah:

"Orang tua gadis tersebut dulunya adalah misionaris Kristen di Jepang. Selama perang, mereka dijebloskan ke dalam penjara, dipukul dengan kejam dan akhirnya dipenggal di Manila oleh orang Jepang. Tindakan terakhir orang tua gadis itu adalah menulis surat kepada putri mereka dan meminta putri mereka untuk selalu mengasihi orang Jepang."

Kapten Fuchida bertanya kepada temannya, di mana sang gadis telah belajar untuk mengasihi musuhnya. Sebagai jawabannya, ia disodori Alkitab. Tidak lama kemudian Fuchida menjadi seorang Kristen.

Renungan: Perbuatan baik yang kita lakukan kepada orang lain membawa sebuah kesan dan menarik perhatian mereka untuk mengenal Tuhan Yesus. Itu sebabnya jangan jemu-jemu berbuat baik. Sebab kebaikan adalah kesempatan agar orang lain merasakan kasih Tuhan. Sudahkah Anda berbuat baik kepada orang lain hari ini? 

Kebaikan itu lebih daripada tindakan. Kebaikan adalah sikap, pandangan, sentuhan. Kebaikan adalah semua hal yang membangkitkan orang lain. (C. Neil Strait)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia