DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

PENGHARAPAN YANG MENYALA

 


Pengharapan yang Menyala


Dalam kehidupan yang sering kali penuh dengan ketidakpastian dan tantangan, janji Tuhan dalam Ibrani 6:19-20 (TSI) memberikan kita pengharapan yang menyala. Firman Tuhan berkata, “Biarlah harapan itu berfungsi seperti jangkar yang mengamankan diri kita, supaya kita terpancang kuat dan tidak terbawa oleh arus apa pun. Karena Pengharapan kita yang sebenarnya adalah Yesus sendiri. Dia sudah membuka jalan bagi kita ke dalam ruang mahakudus di rumah Allah di surga. Jadi, sekarang kita bisa langsung mendekat kepada-Nya melalui doa, karena Yesus sudah bertugas sebagai Imam Agung bagi kita untuk selama-lamanya, sesuai dengan pola Imam Melkisedek.” Ayat ini menegaskan bahwa pengharapan kita dalam Tuhan adalah dasar yang kokoh dan dapat diandalkan, membawa ketenangan dan keyakinan di tengah segala kesulitan.

Pengharapan ini memberikan kita kekuatan untuk tetap berpegang teguh kepada Tuhan, bahkan ketika kita tidak dapat melihat jalan ke depan. Seperti sauh yang menjaga kapal tetap stabil di tengah badai, pengharapan dalam Kristus menahan kita tetap di tempat yang aman dan memberikan kita ketenangan dan arah. Harapan yang menyala ini memampukan kita untuk menjalani hari-hari kita dengan keyakinan, mengetahui bahwa Tuhan adalah jangkar jiwa kita yang memberikan kestabilan dan keamanan.

Marilah kita terus memegang erat janji ini dalam hati kita. Pengharapan yang menyala dari Tuhan memberikan kita semangat yang tak pernah padam. Dalam setiap tantangan dan pergumulan, biarlah kita selalu ingat bahwa Tuhan adalah sauh kita yang kuat dan aman. Dengan pengharapan yang menyala ini, kita dapat menghadapi setiap hari dengan penuh keyakinan dan sukacita, mengetahui bahwa masa depan kita ada di tangan Tuhan yang penuh kasih.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia