DIUJI SAAT NYAMAN

DIUJI SAAT NYAMAN KEJADIAN 12:5 Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Shalom Abraham adalah orang kaya ketika Allah mengujinya. Tuhan tidak menguji Abraham karena ia tidak kehilangan apa-apa. Ia mengujinya karena Abraham telah menerima sesuatu yang berharga dan Allah ingin mengungkapkan apakah Abraham mengasihi Sang Pemberi lebih dari pemberianNya itu. Abraham sudah sangat diberkati sebelum ia diperintahkan Tuhan untuk meninggalkan negerinya di tanah Ur untuk pergi ke tanah Kanaan. Abraham sudah makmur secara material ketika Tuhan memanggilnya untuk meninggalkan Ur. Hal ini membuat panggilannya sangat signifikan, bahkan Abraham meninggalkan Ur tanpa mengetahui tujuannya kemana dia harus pergi. Tuhan hanya memberikan arah bukan tujuan akhir. Di KEJADIAN 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negeri...

IMAN DAN PENGHARAPAN



IMAN & PENGHARAPAN 

1 PETRUS 1:21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

Shalom Warga Kerajaan Sorga.

Apa korelasi antara iman dan pengharapan. Hidup kita pasti akan selalu dipenuhi dengan harapan demi harapan di berbagai aspek kehidupan. Harapan-harapan ini tidak akan pernah ada habisnya, satu harapan terpenuhi, pasti akan ada harapan yang lain. Selama kita hidup, harapan akan selalu menjadi bagian dari hidup kita. 

Iman adalah sebuah kepercayaan akan sesuatu harapan itu sudah digenapi tanpa melihat buktinya. Sebuah iman akan selalu berdasarkan apa yang kita percayai. Berbahagilah jika Anda meletakkan iman Anda di dalam Kristus Yesus, karena hanya Dialah Tuhan yang hidup dan berkuasa atas kehidupan ini. Pengharapan adalah sebuah sikap atau pikiran optimis berdasarkan sebuah ekspektasi atau keinginan. Pengharapan adalah sikap optimis menunggu jawaban doa, mujizat dan waktu Tuhan berdasarkan Iman. 

Iman kita menentukan seperti apa pengharapan kita. Jika iman kita bukan kepada Tuhan, maka pengharapan kita pasti tidak akan seturut dengan firman kebenaran-Nya. Jika pengharapan kita tidak terjadi, sangat mudah bagi kita untuk kecewa dan bisa berakar kepada kepahitan. Jika iman kita tertuju kepada Kristus Yesus yang telah bangkit bagi kita, maka pengharapan kita juga akan tertuju kepada semua janji-janji-Nya untuk kita. 

Iman melihat sekarang, sementara pengharapan melihat nanti. Iman adalah tanah dimana pengharapan bertumbuh. Iman adalah dasar dari segalanya. Jika kita kokoh di dalam iman kepada Tuhan yang kita sembah dan percaya bahwa kuasa-Nya sanggup menolong atau bahkan menyembuhkan kita hari ini, maka pengharapan kita di dalam Dia tidak akan goyah. Jika pengharapan kita tidak terjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita tetap tidak akan kecewa dengan Tuhan karena iman kita sudah percaya bahwa jawaban Tuhan selalu akan membawa kebaikan bagi hidup kita. AMIN ! 

Kasih karunia Tuhan cukup bagimu🙏

BL

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia