KEDUKAAN DAN KESERAKAHAN

KEDUKAAN & KESERAKAHAN FILIPI 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Shalom Kedukaan dan keserakahan mungkin terlihat sama sekali berbeda, tetapi keduanya dapat mengungkapkan apa yang terjadi di dalam hati kita. Kedukaan bisa juga berarti kesedihan yang sangat mendalam, atau sebuah ratapan karena kehilangan sesuatu atau seseorang. Sementara keserakahan merupakan sebuah perasaan yang ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang belum kita miliki karena kita merasa kurang. Kedukaan mengatakan: "Aku kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat aku cintai". Sementara keserakahan mengatakan: "Saya harus memiliki lebih banyak karena apa yang saya miliki tidak cukup." Kedukaan adalah rasa sakit karena kehilangan sesuatu. Keserakahan adalah perasaan tidak puas karena belum memiliki. Alkitab mengajarkan kita bagaimana menanggapi keduanya. Kedukaan berkata, “Aku merindukan apa yang aku miliki.” ...

DORONGAN YANG MEMBANGUN

 


Dorongan yang Membangun


1 Tesalonika 5:11 PBTB2

[11] Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.  

Pernahkah Anda menyesal tidak mengatakan sesuatu kepada seseorang? Mungkin mereka mengalami masa sulit dan Anda tidak tahu harus berkata apa, tetapi Anda merasa seharusnya mengatakan sesuatu.

Ketika Paulus, penulis 1 Tesalonika, menulis surat kepada jemaat di Tesalonika, dia memberi mereka nasihat praktis.

Paulus memberi tahu jemaat untuk tetap saling mendorong. Hal itu sudah mereka lakukan, tetapi Paul merasa perlu mengingatkan mereka agar senantiasa melakukannya.

Dorongan dapat mengubah sikap seseorang. Dorongan bisa mengangkat seseorang keluar dari tempat gelap. Mendorong seseorang dapat memberi mereka harapan dan tekad untuk bertahan di musim yang sulit.

Mungkin Anda dapat mengingat ketika seseorang menyemangati Anda saat mengalami masa sulit, dan membuat perbedaan dalam hidup Anda sendiri. Paulus mendorong kita untuk melakukan hal itu bagi orang lain.

Gereja dimaksudkan untuk menjadi tempat yang membangkitkan semangat. Kita seharusnya tidak menahan diri dalam memberi dorongan, tetapi kita harus dengan murah hati saling menguatkan.

Luangkan waktu hari ini untuk memikirkan seseorang yang Anda kenal yang butuh dorongan. Mungkin seseorang yang sedang mengalami masa sulit, atau mungkin seseorang yang perlu diingatkan bahwa ada orang yang memedulikan. Jangan biarkan dorongan itu tidak terucapkan, karena itu adalah salah satu cara kita dapat saling membangun.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP TANPA TERSINGGUNG

TANDA ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Terang yang Datang ke Dunia